JEMBRANA, MediaBaliNews – Jembatan darurat yang dibangun warga setempat untuk mobilitas warga yang terisolir di Banjar Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana rusak disapu air bah. Jembatan yang dibuat swadaya oleh warga setempat kini hancur tidak tersisa lantaran diterjang air bah akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Salah satu warga setempat I Ketut Subiksa,45 saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (24/10/2022) mengatakan, hujan yang lebat terjadi sekitar Pukul 14.00 Wita dan kemungkinan adanya longsor di hutan menyebabkan air berwarna coklat pekat sehingga volume air meningkat. “Kami tidak mengira hujan lagi, kali ini sangat lebat dan air sungai kembali besar. Jembatan yang dibuat warga terutama untuk anak sekolah hancur dibawa banjir,” ungkapnya.
Sementara, Kelian banjar I Made Pernama dikonfirmasi terpisah mengatakan, memang hujan lebat terjadi di Banjar Palunganbatu. Dirinya mengira airnya tidak terlalu besar seperti sekarang sehingga jembatan bisa bertahan. “Sebelumnya saya berharap airnya tidak besar sehingga jembatan darurat tersebut tidak hayut dibawa banjir, akan tetapi situasinya diluar dugaan, airnya semakin besar datang dari hutan dan menghayutkan jembatan darurat,” ujarnya.
Hilangnya jembatan darurat, lanjut Pernama, ketika air mulai surut rencananya akan dibangun kembali. “Jembatan itu harus dibangun kembali, mengingat warga yang terisolir kalau tidak dibangun kasian anak-anak kesekolah. Kita membangun jembatan tersebut kembali mungkin dengan model yang berbeda. Nanti kami rapatkan dulu dengan warga disana. Kalau menunggu bantuan dari pemerintah itu lama,” pungkasnya. (jar/war/mbn)























