KLUNGKUNG, MediaBaliNews – Tragedi menyelimuti warga Banjar Julingan, Desa Tanglad, Nusa Penida, setelah Ketut Sebug (66) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (30/11/2024). Kakek tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (27/11/2024) saat mencari pakan ternak di sekitar rumahnya.
Proses pencarian yang melibatkan Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil pada pukul 11.15 WITA. Setelah tiga hari pencarian intensif yang terhambat oleh hujan deras, jenazah Ketut Sebug ditemukan tergeletak di sekitar pepohonan rimbun, sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Penemuan korban tidak jauh dari rumahnya atau kandang ternaknya,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.
Diduga, Ketut Sebug mengalami kecelakaan. Tim SAR menemukan patahan dahan pohon bunut setinggi sekitar 8 meter di dekat lokasi penemuan jenazah. Di dekatnya juga ditemukan keranjang pakan sapi yang berisi daun dari pohon bunut tersebut. Dugaan sementara, korban terjatuh dari pohon bunut saat sedang mengumpulkan pakan ternak.
Cakra Negara mengungkapkan sejumlah kendala selama proses pencarian. Ketiadaan petunjuk, seperti keranjang atau sabit yang biasa digunakan korban, membuat area pencarian harus diperluas secara bertahap selama tiga hari.
Operasi SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, termasuk Unit Siaga SAR Nusa Penida, Babinsa Tanglad, Bhabinkamtibmas Tanglad, SAI Rescue, SAR Dog Indonesia (dengan satu ekor anjing K9), Gowri Rescue, aparat Desa Tanglad, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Kehilangan Ketut Sebug menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Nusa Penida. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat beraktivitas di alam, terutama di medan yang terjal dan berpotensi bahaya. Pihak keluarga menerima jenazah dan selanjutnya akan melangsungkan prosesi pemakaman sesuai dengan adat istiadat setempat.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan tidak ada unsur kriminal dalam kejadian ini. Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas di alam. (ang/mbn)






















