TABANAN, MediaBaliNews – Hingga kini, pelaku pembuangan dua bayi yang ditemukan di Kecamatan Penebel dan Pupuan, Kabupaten Tabanan, masih belum terungkap. Meski telah melakukan berbagai upaya penyelidikan, pihak kepolisian belum menemukan petunjuk yang cukup untuk mengidentifikasi pelaku.
Penyidik dari Polsek Penebel dan Polsek Pupuan, dengan dukungan Satreskrim Polres Tabanan, telah melakukan berbagai langkah investigasi. Salah satunya dengan menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur tempat bayi-bayi tersebut ditemukan. Namun, hasilnya masih nihil.
Selain itu, pendataan ke puskesmas-puskesmas setempat juga telah dilakukan untuk mencari tahu apakah ada ibu hamil yang melahirkan dalam waktu berdekatan dengan temuan kedua bayi tersebut. Namun, hingga kini, upaya tersebut juga belum membuahkan hasil.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, menyatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya menggali informasi dari masyarakat meskipun minimnya barang bukti menjadi kendala utama dalam penyelidikan.
“Sejauh ini belum ada perkembangan signifikan. Kami masih terus menggali informasi di masyarakat, tetapi hingga kini belum ada petunjuk konkret,” ujarnya, Jumat (14/3).
Pada tahap awal penyelidikan, polisi mencoba mengandalkan rekaman CCTV sebagai petunjuk. Namun, jalur tempat bayi tersebut ditemukan, yakni jalan jurusan Biaung-Marga, merupakan jalan pedesaan yang sepi dan minim bangunan. Akibatnya, tak ada rekaman yang dapat digunakan sebagai bukti.
Selain itu, upaya pelacakan ke puskesmas-puskesmas di sekitar lokasi juga belum memberikan hasil. Pendataan ibu hamil yang diperkirakan melahirkan dalam waktu dekat dengan penemuan bayi tersebut tidak menunjukkan adanya kecocokan.
“Kami sudah cek ke puskesmas, menanyakan ke warga sekitar. Jika ada yang hamil, biasanya mereka memeriksakan diri ke puskesmas. Namun, sampai sekarang belum ada informasi yang mengarah ke pelaku,” jelasnya.
Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, bayi perempuan yang ditemukan di Penebel telah diserahkan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali.
“Kalau tidak salah, bayi itu sudah diserahkan sekitar seminggu lalu dan saat ini diasuh di salah satu yayasan yang ditunjuk oleh Dinsos,” tambahnya.
Kasus pembuangan bayi di Kecamatan Pupuan yang ditemukan dalam tas ransel juga masih menjadi teka-teki. Kapolsek Pupuan, AKP I Wayan Sudiarba, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dalam penyelidikan.
“Sementara ini, kami belum mendapatkan informasi baru terkait kasus ini,” ujarnya.
Polisi telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk menggali informasi di sekolah-sekolah serta melacak data kependudukan dengan melibatkan sejumlah perbekel (kepala desa). Namun, hingga kini, tak ada warga yang memiliki identitas yang cocok dengan nama yang ditemukan dalam tas ransel tempat bayi laki-laki itu dibuang.
Tak hanya itu, upaya pemeriksaan ke puskesmas di sekitar Pupuan juga dilakukan untuk mencari tahu apakah ada ibu hamil yang waktu melahirkannya berdekatan dengan hari penemuan bayi tersebut. Namun, hasilnya tetap nihil.
“Kami juga sudah menelusuri rekaman CCTV dengan radius sekitar tujuh kilometer dari lokasi penemuan bayi. Sayangnya, tidak ada satu pun rekaman yang menunjukkan seseorang yang membuang bayi di jalur Pupuan-Busungbiu,” bebernya.
Mengingat lokasi penemuan bayi di Pupuan berada di perbatasan, pihak kepolisian kini memperluas penyelidikan hingga ke Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Polisi berharap, dengan melibatkan wilayah perbatasan, akan ada petunjuk baru yang bisa mengarah pada identitas pelaku.
Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan di Pupuan juga telah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Bayi itu sudah kami serahkan ke Dinas Sosial sekitar dua hari lalu,” pungkasnya. (ang/mbn)






















