SINGARAJA, MediaBaliNews – Penutupan Festival Mendongeng Mahima se-Indonesia tahun 2022 dilakukan secara hybrid (online dan offline) dan dihadiri oleh seluruh pemenang lomba, audiens umum, meliputi seniman dan budayawan, siswa dan guru, komunitas, juga dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng.
Kemeriahan penutupan festifal ini dipandu oleh seniman-seniman hebat, yaitu Nur Handayani, seorang pesinden dari Solo yang membawakan tembang Sinom dari Serat Wedatama karya pujangga Jawa Mangkunegara 4 tentang karakter manusia yang harus bijak dan bermartabat. Ada pula seniman Nanik Indarti dari Jogja yang membawakan dongeng Kisah Abdi Dalem Difabel, dan seniman dalang I Gusti Made Aryana (Dalang Sembroli) membawakan Dongeng Angsa dan Kura-Kura.
Ketua Komunitas Mahima, Kadek Sonia Piscayanti sebagai penyelenggara festival dikonfirmasi, Rabu (05/10/2022) mengatakan, festival ini mampu membangkitkan kesadaran bersama akan pentingnya nilai-nilai dalam dongeng di kehidupan manusia. “Kegiatan ini juga didukung oleh dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang turut mendukung festival ini sebagai upaya menumbuhsuburkan dongeng sebagai bagian dari aktivitas literasi masyarakat,” ungkapnya
Kadek Sonia juga menjelaskan, Festival Mendongeng Mahima meliputi berbagai program yaitu lomba mendongeng tingkat SD, SMP, SMA dan Umum se-Indonesia, workshop mendongeng, pertunjukan mendongeng, bedah buku dongeng, bursa buku dongeng, kolaborasi komunitas dalam mendongeng, juga konser musik dan dongeng. Seniman dan budayawan maupun tokoh masyarakat yang turut terlibat dalam pertunjukan mendongeng.
“Seniman-seniman itu diantaranya, Cok Sawitri, dr. Putu Arya Nugraha, Tini Wahyuni, Luh Wanda, Komunitas Cinta Kain Bali Buleleng, Komunitas Mahima, Teater Tribaja SD Negeri 3 Banjar Jawa, juga penampil dari luar Bali bahkan seniman internasional Nova Ruth dan Filastine, yang berlayar keliling dunia dengan kapalnya, mendongeng sejenak di Singaraja sebelum melanjutkan perjalanannya di laut menuju berbagai penjuru dunia,” papar Kadek Sonia.
Kadek Sonia juga menambahkan, lomba mendongeng Mahima se-Indonesia 2022 serangkaian festival ini melibatkan 133 pendongeng dari seluruh Indonesia. Mereka datang dari berbagai kabupaten dan provinsi di Indonesia. “Total ada 10 provinsi se-Indonesia yang terlibat yaitu Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua,” tandasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata dalam kesempatannya mengatakan, potensi Buleleng sangat besar di bidang seni, khususnya mendongeng. Perlu ada stimulasi yang baik untuk menumbuhkembangkan kesadaran mendongeng di generasi muda khususnya anak-anak di Buleleng. “Dengan festival ini, semua anak bisa belajar dari nilai-nilai karakter dongeng dari seluruh nusantara,” jelasnya.
Sentara salah satu dewan juri, Cok Sawitri menyebut bakat-bakat peserta lomba menakjubkan sehingga sangat sulit menentukan juara. Ia berharap pendongeng ini terus mengasah kemampuannya dan ia optimis Indonesia mampu melahirkan pendongeng-pendongeng hebat. “Ini bibit-bibit unggul yang harus terus diasah, sehingga nanti mereka bisa menjadi pendongeng yang hebat,” pungkasnya. (ika/war/mbn)























