JEMBRANA, MediaBaliNews – Abrasi dan gelombang tinggi kembali melanda kawasan pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Akibatkanya, lima unit rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, Jumat (29/8/2025).
Kalaksa BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa tersebut berlangsung sejak Rabu 27 Agustus pukul 11.00 Wita hingga Kamis 28 Agustus 2025 kemarin.
Dengan adanya peristiwa tersebut, kata Agus Artana, tim BPBD Jembrana telah melakukan kaji cepat di lokasi dan mendapati 2 KK terpaksa mengungsi akibat dampak abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir.
“Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kami masih terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan selanjutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut serta melindungi pemukiman sekitar, dibutuhkan segera penanganan darurat berupa penempatan alat berat guna menata batu-batu besar sebagai pemecah gelombang.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar seluruh pihak memberikan perhatian dan dukungan terhadap warga terdampak, serta bersama-sama memastikan langkah-langkah penanggulangan dapat segera dilakukan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di kawasan pesisir yang rawan abrasi dan gelombang tinggi. Mari bersama-sama menjaga keselamatan,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















