Tuesday, July 28, 2026
Tuesday, July 28, 2026

Nyangra Pujawali Bhakti Penerus di STAH Mpu Kuturan Singaraja, Puluhan Mahasiswa Ngayah Ngulat Kelangsah

SINGARAJA, MediaBaliNews – Puluhan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan begitu asyik ngulat (menganyam) Kelangsah (anyaman daun kelapa) di areal kampus, Senin (27/1).

Kelangsah ini nantinya digunakan untuk dijadikan taring (tempat berteduh) saat dilaksanakan upacara Yadnya. Para mahasiswa ngayah usai pelaksanaan persembahyangan bersama serangkaian perayaan Hari Siwaratri di Pura Agung Mpu Kuturan.

Tak hanya mahasiswa, para mahasiswi juga ikut ngayah ngulat kelangsah. Mereka bahu membahu untuk menuntaskan anyaman ini. Setelah anyaman tuntas, kelangsah langsung dipasang.

Selain digunakan sebagai taring, kelangsah juga dipasang di dinding tembok sebagai pertanda pelaksanaan Yadnya.

Secara maknawi, Klangsah Taring ini tidak hanya berfungsi fisik, tetapi juga mengandung dimensi spiritual dalam menciptakan ketenangan pikiran selama pelaksanaan upacara.

Ketua Panitia Karya Bhakti Penerus Pura Agung Mpu Kuturan, Dr. Ida Bagus Wika Krishna, M.Si mengatakan kelangsah ini akan digunakan sebagai taring serangkaian ritual Bhakti Penerus yang puncaknya akan dilaksanakan pada Sabtu (8/2) mendatang.

Upacara Bhakti Penerus ini akan dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Saraswati. “Kami akan melaksanakan upacara piodalan sekaligus pamuput bhakti penerus setelah melaksanakan upacara ngenteg linggih pada tahun 2022 lalu,” katanya.

Ia mengatakan, upacara Bhakti Penerus ini menjadi akhir proses ngenteg linggih, dan tentu melibatkan seluruh sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan untuk mensukseskan pelaksanaan piodalan bhakti penerus.

“Secara umum, acara upacara bhakti penerus hampir sama dengan ngenteg linggih, dan dirangkaikan dengan mendak tirta seluruh kahyangan jagat di Bali kemudian akan dilaksanakan melasti sampai puncaknya bertepatan dengan hari Saraswati pada tanggal 8 Februari melaksanakan puncak piodalan,” imbuhnya.

Dilibatkannya mahasiswa dalam proses ngayah menjadi momentum untuk proses pembelajaran. Bahkan, pria yang akrab disapa Gus Wika ini menyebut sarana upacara yang dipersembahkan saat Bhakti Penerus dikerjakan oleh mahasiswa berkolaborasi dengan dosen dan pegawai.

Baca Juga :  Tekan Kriminalitas, Bupati Tabanan Genjot Pembangunan Infrastruktur Daerah Melalui Ribuan Lampu Cerdas

“Kami sesuai dengan kesepakatan panitia dan pimpinan, untuk pelaksanaan upacara melibatkan dosen, pegawai, mahasiswa. Tentu kami menggunakan kesempatan ini untuk membangun rasa kekeluargaan, persaudaraan di antara dosen dan pegawai, sekaligus menjadi media pendidikan bagi mahasiswa karena persiapan sarana upacara membuat mereka menjadi membelajarkan diri,” pungkasnya.

Selain itu, rangkaian acara bhakti penerus juga diagendakan melaksanakan upacara Melasti ke Segara Banyuning, hingga Ngaturang Pakelem ke Danau Tamblingan. Selain itu, akan ada hiburan berupa Ilen-Ilen Tari yang diadakan pada 8 dan 9 Februari untuk memeriahkan rangkaian acara.

Seperti diketahui, Pura Agung Mpu Kuturan tuntas dibangun pada tahun 2022 lalu. Pura ini dibangun dengan arsitektur khas Buleleng menggunakan bahan paras sangsit yang menjadi ciri khas ukiran Bali Utara. (ika/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI