Monday, April 27, 2026
Monday, April 27, 2026

Ogoh-Ogoh di Banjar Wangaya Kelod Terbakar Saat Pengelasan, Kerugian Capai Rp 25 Juta

DENPASAR, MediaBaliNews – Sebuah Ogoh-Ogoh milik Sekaa Teruna Teruni (STT) Suralaga, Banjar Wangaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, terbakar pada Minggu (23/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Kebakaran diduga akibat percikan api dari proses pengelasan yang mengenai material mudah terbakar pada Ogoh-Ogoh.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan kejadian tersebut. “Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran terjadi saat warga melakukan pengelasan besi penyangga Ogoh-Ogoh untuk menyesuaikan tinggi agar lebih mudah melewati rute pengarakan. Percikan api dari alat las mengenai bahan coco fiber yang mudah terbakar, sehingga api cepat menyebar meskipun bagian luar Ogoh-Ogoh telah dibasahi sebelumnya,” jelasnya.

Menurut saksi Wahyudi (50), yang saat itu melakukan pengelasan, api mulai menyala setelah percikan dari alat las mengenai kain pada Ogoh-Ogoh. Upaya pemadaman awal dengan alat seadanya tidak berhasil karena bahan coco fiber yang digunakan sangat mudah terbakar.

Saksi lainnya, Nyoman Dedi Suryanata (36), menambahkan bahwa meskipun bagian luar dan dalam Ogoh-Ogoh sudah dibasahi sebelum pengelasan, percikan api tetap berhasil membakar bulu Ogoh-Ogoh. “Kami bersama warga sudah berusaha memadamkan api dengan air dari sumber terdekat, tetapi api menyebar dengan cepat,” ujarnya.

Selain Ogoh-Ogoh, sebuah mobil Honda Brio milik Ni Nengah Mariani yang terparkir di dekat lokasi juga terdampak. Mobil tersebut tidak terbakar, tetapi mengalami kerusakan pada bagian luar akibat uap panas dari kebakaran.

Tim Pemadam Kebakaran Kota Denpasar yang tiba di lokasi berupaya memadamkan api selama kurang lebih satu jam. Api berhasil dipastikan padam sekitar pukul 16.00 WITA, sehingga tidak merembet ke bangunan atau kendaraan lain di sekitar lokasi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, Ogoh-Ogoh milik STT Suralaga hangus terbakar, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta.

Baca Juga :  Masterplan Pengembangan Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Dimatangkan

Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian langsung mengambil langkah-langkah sebagai berikut menerima laporan dari masyarakat, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Denpasar, melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari saksi, mendokumentasikan kejadian.

AKP I Ketut Sukadi mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat las atau sumber api lainnya di dekat material yang mudah terbakar. “Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama dalam proses pembuatan Ogoh-Ogoh,” tutupnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI