Monday, June 1, 2026
Monday, June 1, 2026

Operasi SAR Tabanan Berakhir, Ibu Ditemukan Meninggal dunia di Sungai Yeh Ge

TABANAN, MediaBaliNews – Tim SAR Gabungan akhirnya menuntaskan misi kemanusiaan pencarian ibu dan anak yang menjadi korban terjangan air bah di Desa Kuwum. Petugas menemukan jenazah Yuliana Da Costa Makum pada Kamis siang, beberapa jam setelah jasad putri kecilnya berhasil dievakuasi dari bibir pantai. Penemuan kedua korban ini menandai berakhirnya pencarian intensif yang melintasi batas wilayah Kabupaten Tabanan hingga ke pesisir Kabupaten Badung.

“Kami telah mengerahkan seluruh personel dan alutsista yang tersedia untuk menyisir setiap sudut aliran sungai hingga ke muara sejak hari pertama musibah,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Kamis, 22 Januari 2026.

Jasad balita Audrey Natania Banafanu menjadi korban pertama yang terdeteksi oleh seorang warga saat sedang berolahraga di Pantai Batu Belig. Tubuh bocah malang tersebut terjebak di sela-sela bebatuan pesisir dalam kondisi yang sangat memprihatinkan setelah terbawa arus air laut yang cukup kuat. Petugas mencatat bahwa lokasi penemuan jenazah sang balita berjarak sekitar 6,7 kilometer ke arah tenggara dari titik awal rumah korban ambruk.

“Tim medis langsung membawa jenazah Audrey menuju Rumah Sakit Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang,” kata Nyoman Sidakarya saat memaparkan hasil temuan tim lapangan pada Kamis pagi.

Usai mengevakuasi sang balita, petugas kembali memusatkan fokus pencarian pada keberadaan Yuliana yang masih menghilang di sepanjang aliran sungai. Seorang warga yang sedang beraktivitas di tepian Sungai Yeh Ge secara tidak sengaja melihat tubuh manusia dalam posisi telungkup. Temuan tersebut berada di kawasan Banjar Koripan Kaja, yang letaknya cukup jauh dari lokasi jatuhnya korban saat banjir bandang terjadi.

Baca Juga :  Menikmati Wisata Budaya Bali, Nuanu Cultural Week Ramaikan Libur Lebaran 2026

“Jasad Yuliana ditemukan hanyut sejauh 6,9 kilometer dari tempat kejadian perkara dengan arah koordinat menuju selatan dari pusat musibah,” terang Nyoman Sidakarya mengenai titik koordinat penemuan korban terakhir yang menandai lengkapnya data pencarian petugas.

Petugas kemudian menaikkan jasad wanita berusia 29 tahun itu ke unit ambulans untuk dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah Singasana Nyitdah. Keberhasilan tim menemukan seluruh korban membuat operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan berhenti pada Kamis sore ini. Isak tangis keluarga pecah saat mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa kedua orang tercinta telah pergi untuk selama-lamanya.

“Seluruh jajaran tim SAR mengucapkan apresiasi tertinggi atas kerja keras semua unsur yang terlibat dalam misi penyelamatan yang sangat menantang ini,” tutur Nyoman Sidakarya seraya menyampaikan rasa terima kasih kepada para sukarelawan dan warga setempat.

Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana banjir susulan di berbagai wilayah Bali. Masyarakat yang bermukim di dekat daerah aliran sungai harus lebih peka terhadap perubahan debit air yang naik secara mendadak saat hujan lebat. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di tengah tingginya intensitas curah hujan pada awal tahun ini.

“Kami menghimbau warga agar segera menjauh dari bantaran sungai jika melihat tanda-tanda peningkatan air yang tidak wajar demi keselamatan bersama,” tegas Nyoman. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI