Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

Pedagang Tolak Desain Revitalisasi Pasar Umum Negara, Bupati Tamba : Saya Akan Komunikasi Ke Pusat

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pedagang Pasar Umum Negara tetap kukuh menolak revitalisasi pasar dengan desain bertingkat. Hal tersebut disampaikan sejumlah pegadang saat mengikuti kegiatan sosialisaai revitalisasi pasar oleh Pemkab Jembrana di Gedung Ir. Soekarno Jembrana, Senin (5/6).

Dari pantauan, dalam sosialisasi yang dihadiri secara langsung oleh Bupati I Nengah Tamba didampingi Wabup IGN Patriana Krisna dan jajaran Forkopimda serta ratusan pedagang tersebut, seluruh perencanaan dipaparkan baik itu dari tim desainer dan terkait amdal.

Gusti Putu Adnyana salah satu pedagang mengatakan sudah berjualan di Pasar Umum Negara sejak tahun 1982 dan dirinya mengetahui betul pembangunan pasar dahulu bahkan perencanaan pembangunan Pura Melanting di kawasan Pura Umum Negara.

“Ketika konsep revitalisasi pasar dipaparkan, kita melihat sepertinya tidak seimbang dan hanya fokus terhadap pariwisatanya saja,” ujarnya.

Lantas terkait ukuran kios, kata Adnyata dengan ukuran kios yang hanya 3 meter x 2 meter, apa yang bisa kami perbuat. “Mengapa para pedagang tidak dilibatkan saat berdiskusi terkait revatalisasi ini,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, pasar terdiri dari adanya tiga unsur yakni bangunan, pedagang dan pembeli. Dimana ketika salah satunya tidak ada maka tempat tersebut tidak bisa di sebut pasar.

“Sebenarnya bapak bisa mengajak kami untuk sharing sehingga tidak terjadi hal seperti ini dan untuk saat ini saya belum bisa menerima apa yang menjadi rencana ini. Kami tidak akan merasa bahagia, tapi menderita pak. Sekali lagi, Kami bukan anti pembangunan. Tapi, hendaknya Bapak sekalian memikirkan nasib kami ini,” tegasnya.

Sementara, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyatakan menerima seluruh aspirasi atau masukan yang dilontarkan oleh para pedagang pasar sebagai catat diskusi.

“Ya biasalah, namanya sosialiasi kita dicaci, dimaki, tapi itulah sodara-sodara kita, tapi tidak apa-apa. Karena di dalamnya ada koreksi dan masukan terhadap desain serta masterplan terkait pembangunan ini,” ungkap Nengah Tamba usai sosialisasi.

Baca Juga :  Bupati Tabanan Antusias Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

Menurutnya, soal pembangunan yang direncanakan menjadi lantai dua adalah hal yang sudah disesuaikan. Pihaknya hanya ingin menyediakan ruang publik, namun ketika desain ini tidak diterima oleh para pedagang tentu menjadi evaluasi dari pemerintah.

“Kita akan diskusikan kembali di pusat. Semoga semua bisa terakomodir seluruh usulan dari pedagang tersebut,” imbuhnya.

Pemerintah bakal kembali bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Termasuk juga tempat relokasi yang disiapkan, pihaknya berjuang menyediakan tempat yang paling representatif.

“Intinya kita akan perjuangkan. Kita akan sampaikan ke pusat terhadap apa yang menjadi keinginan atau harapan masyarakat,” tandas Bupati Tamba. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI