JEMBRANA, MediaBaliNews – Kasus pencurian hewan ternak milik warga kembali terjadi. Terkini, dua ekor sapi milik Warga Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, diduga dicuri dan dijual kepada salah satu saudagar.
Menurut pengakuan anak korban, Made Wirama (41) sapi milik ayahnya I Ketut Tambo (60) yakni satu ekor indukan umur 7 tahun yang sedang hamil 3 bulan dan satu ekor anakkan umur 6 bulan hilang saat diikat di sebuah kebun yang berjarak yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumahnya.
“Hilangnya tanggal 26 Oktober sore saat hendak memberi makan, dimana sapinya itu diikat pada patok hidup dan hilang sama tali-talinya. Besoknya tanggal 27 Oktober saya laporkan ke Polsek Negara, ” ungkapmya saat ditemui dikediamannya, Rabu (1/11).
Selang tiga hari, dirinya mengaku mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa sapi milik ayahnya telah di temukan. Sapi tersebut diketahui telah dijual di salah satu saudagar sapi di Desa Baluk, Kecamatan Negara, dengan harga Rp. 13,5 Juta.
“Saya ditelepon sama pihak polisi untuk mengecek apakah itu sapi milik saya, dan saat dicek ternyata memang itu sapi saya. Sapinya sampai saat ini masih di tempat sapi dijual, ” paparnya.
Dirinya menerangkan bahwa dari informasi pembeli sapi, sapi miliknya telah dijual oleh seseorang dengan ciri-ciri muka bulat, dengan bekas operasi pada kakinya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra membenarkan adanya laporan pencurian sapi tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
“Pelaku masih kita lidik keberadaannya. Kita masih melakukan pengejaran dan tracing keberadaan terduga pelaku ini,” terangnya.
Karena adanya kejadian tersebut, agar tidak terulang kembali, dorinya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menjaga hewan ternaknya.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati saat meninggalkan hewan ternak yang jauh dari pengawasan, dan segera melapor ke polisi jika mengetahui adanya tindak pidana pencurian hewan ternak,” pungkasnya. (gsn/mbn)























