TABANAN, MediaBaliNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mengimbau warga mengambil tindakan mandiri. Tindakan ini diperlukan menyikapi potensi cuaca ekstrem yang berlangsung sepuluh hari. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana. Warga harus waspada terhadap hujan deras dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Nyoman Srinada Giri, menegaskan perlunya antisipasi. “Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap dampak seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya pada Selasa (2/12).
BPBD meminta masyarakat melakukan langkah antisipatif secara mandiri. Langkah ini termasuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Kebersihan saluran air perlu dijaga. Hal itu untuk menghindari penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir.
Srinada Giri meminta warga menghindari tempat berbahaya saat hujan. “Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat papan reklame,” katanya.
Tiga kategori kewaspadaan ditetapkan untuk wilayah Tabanan. Kategori Awas diberlakukan untuk Pupuan, Baturiti, dan Penebel. Wilayah ini berisiko tinggi memicu bencana hidrometeorologi. Kecamatan Siaga dan Waspada juga harus meningkatkan kesiapsiagaan.
BPBD juga mengingatkan risiko sambaran petir. Warga diminta menjauhi bangunan yang berpotensi roboh. Seluruh warga harus tetap menjaga kesehatan. Hal ini penting dilakukan selama periode cuaca ekstrem.
Srinada Giri menambahkan, informasi valid harus diperhatikan. “Selalu perhatikan informasi yang valid dari instansi berwenang,” tegasnya.
Jika terjadi keadaan darurat, warga diminta segera menghubungi BPBD. Kontak layanan darurat PUSDALOPS BPBD Tabanan telah disediakan. Nomor darurat ini tersedia dua puluh empat jam. (ang/mbn)






















