MANGUPURA, MediaBaliNews – Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan tengah menangani kasus pengeroyokan yang menimpa dua driver online di Jalan Labuan Sahit, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Insiden ini terjadi pada Kamis (6/2) sekitar pukul 03.00 WITA, tepat di depan Saloto Pecatu.
Dua korban, ED (24) dan HH (30), melaporkan bahwa mereka sedang mangkal di lokasi tersebut ketika tiba-tiba diserang oleh sekitar 10 orang yang diduga berasal dari kelompok driver online yang sama. Para pelaku tidak hanya melakukan pemukulan, tetapi juga menggunakan benda tumpul seperti besi, menyebabkan korban mengalami luka di bagian pelipis, jari tengah, dan lengan kiri.
Setelah kejadian, korban segera melapor ke Polsek Kuta Selatan dengan didampingi rekan-rekan mereka. Dugaan sementara menyebutkan bahwa insiden ini dipicu oleh perselisihan terkait lahan pangkalan antar kelompok driver online di sekitar Saloto Pecatu.
Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa korban dan beberapa saksi serta terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang masih dalam pengejaran.
Meski terjadi insiden pengeroyokan, situasi di kawasan Pecatu, khususnya sekitar Saloto Bar Pecatu, tetap aman dan kondusif. Kepolisian terus melakukan pemantauan serta patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lebih lanjut.
Sementara itu, menanggapi kabar yang beredar di media sosial dan WhatsApp mengenai adanya kelompok warga yang melakukan sweeping di belakang kawasan GWK, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Kami pastikan kabar tentang kelompok warga yang berkumpul dan melakukan sweeping di belakang GWK itu hoaks. Situasi di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali,” ujar AKP I Ketut Sukadi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. (ang/mbn)


























