JEMBRANA, MediaBaliNews – Pertama kali dilaksanakan serangkaian dengan Dharma Shanti Penyepian Kabupaten Jembrana Tahun 2023, Ongkara Fest (Ogoh-ogoh Kreasi Jembrana Festival) berhasil menyedot antusiasme masyarakat luas khususya dari kalangan yowana (pemuda hindu) di Kabupaten Jembrana bahkan di kabupaten lainnya.
Hal tersebut terlihat dari puluhan peserta yang mengikuti lomba ogoh-ogoh mini, tapel dan sketsa ogoh-ogoh yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Sabtu (6/5) yang dibuka secara langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba.
Tercatat, peserta ogoh-ogoh mini kategori lokal sebanyak 34 peserta, peserta ogoh-ogoh mini kategori open sebanyak 25 orang, kategori tapel 12 peserta dan untuk peserta sketsa ogoh-ogoh sebanyak 31 orang. Dari katergori tersebut, akan memperebutkan hadiah total Rp 12 juta dan 13 trophy.
Seperti yang disampaikan, Hariscandra Neode salah satu peserta lomba asal Pangkung Tanah Kangin yang mendapat juara 1 untuk kategori tapel, ia merasa senang dengan diadakannya lomba tapel, ogoh-ogoh mini dan sketsa di tanah kelahirannya.
“Menurut saya acara seperti ini, perlu dilaksanakan secara rutin. Karena dapat memberi wadah pada pemuda daerah untuk tampil. Dapat menambah pengalaman, sehingga kesenian di negara bisa lebih berkembang, ” ucapnya.
Hal senada diungkapkan Gede Sandinata salah satu peserta lomba asal Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, dimana ia sangat antusias mengikuti lomba ini sebagai bentuk melesatrikan budaya Bali lewat pembuatan ogoh-ogoh mini.
“Tiang jauh-jauh datang dari Denpasar ke Kabupaten Jembrana. Harapan saya semoga Ongkara Fest kedepannya bisa dilaksanakan lagi bahkan lebih besar agar seni budaya Bali khususnya di Jembrana kedepannya bisa dilebih dikenal dan maju, ” ungkapnya.
Dengan mengusung tema “Murkaning Bhuta Rajapati”, ogoh-ogoh mini yang dibuat selama 4,5 bulan yang berbahan kertas, plaster,besi dan tanah liat.
“Karya-karya peserta lainnya juga sangat bagus, astungkara tiang dapat juara dikategori ogoh-ogoh mini open. Tentu ini menjadi pengalaman yang luar biasa, baru pertama kali saya ke jembrana dan mendapat pengalaman yang sangat membanggakan, ” ungkapnya.
Disisi lain, Dewa Agung Mandala Utama asal Desa Pangyangan yang memperoleh juara I lomba sketsa ogoh-ogoh, dimana dirinya berharap untuk kedapannya Ongkara Fest ini tetap diadakan sebagai ajang kreativitas tahunan.
“Untuk tanggapan saya perlu disiapkan rundown yang pasti agar peserta aktivitas hari itu serta untuk juri diharapkan memiliki background seni khususnya seni rupa, ” jelasnya. (gsn/mbn)























