Tuesday, April 28, 2026
Tuesday, April 28, 2026

Seorang Nenek dan Cucunya Jadi Korban Gigitan Anjing di Mendoyo, Medikvet Jembrana Lakukan Vaksinasi Emergency

JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang nenek dan cucunya di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana menjadi korban gigitan anjing. Petugas Medikvet Jembrana lakukan vaksinasi emergency, Senin (21/10/2024).

Seekor anjing kembali menggigit dua orang warga di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad pada 17 Oktober 2024 kemarin. Dua orang warga yakni nenek berusia 59 tahun serta cucunya seorang anak prempuan berusia 6 tahun menjadi korban serangan anjing dengan ciri-ciri warna hitam tersebut. Dua korban menderita luka gigitan pada tangannya.

“Anak saya duluan diserang anjing tersebut. Ketika hendak mengajak anaknya ke Puskesmas, kemudian neneknya diserang oleh anjing yang sama,” ungkap ayah korban I Putu Agus Suryana (33) saat ditemui dirumahnya.

Kemudian, dirinya menjelaskan, usai digigit anjing, dua keluarganya tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk memperoleh Vaksin Anti Rabies (VAR) dan obat lainnya.

Walau demikian, dirinya berharap hasil uji laboratorium sampel otak anjing yang menyerang anaknya negatif. Namun, jika semisalnya positif tentunya bakal mengikuti instruksi dari fasilitas kesehatan.

“Saya harap hasilnya negatif,” harapnya.

Setelah menggigit dua warga di Banjar Dlod Bale Agung, anjing tersebut kemudian lari ke wilayah lain, yakni ke Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana dan kembali menggigit seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Namun tak lama kemudian, anjing tersebut ditemukan dalam keadaan mati.

Selanjutnya, sampel anjing tersebut diambil untuk dikirim dan diuji di Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar. Saat ini masih menunggu hasil lab dari BBVet. Beruntung seluruh korban telah memperoleh vaksin Anti rabies (VAR) di fasilitas kesehatan setempat.

Menurut data yang diperoleh, jumlah kasus HPR positif rabies dalam tiga bulan terakhir tercatat 13 kasus. Rinciannya pada Agustus ditemukan dua kasus, September tercatat 8 kasus dan Oktober ini tercatat 3 kasus positif rabies.

Baca Juga :  Pemkab Jembrana Rintis Kawasan Perdesaan Catursari Agrowista

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya menyatakan, sejak dilaporkan warga tim Medikvet Jembrana langsung bergerak untuk menelusuri dan melakukan penanganan kasus.

Kemudian, pihaknya menegaskan, respon yang dilakukan adalah dengan mengunjungi korban serta melakukan vaksinasi emergency di sekitar Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad.

“Di wilayah ini ada dua orang yang jadi korban. Mereka diserang anjing dan sudah ditangani di faskes terdekat. Sementara sampel anjing yang menyerang akan dilakukan uji lab di BBVet di Denpasar,” terangnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya berharap petugas Medikvet dibantu dengan tim siaga rabies (Tisira) tingkat desa serta seluruh masyarakat yang memelihara HPR agar tetap peduli dengan hewan peliharaannya.

“Kami harap agar tidak sekedar dipelihara saja. Tapi mari bersama-sama menjaga atau mengantisipasi dampak dari HPR kita seperti misalnya kasus gigitan. Alangkah baiknya peliharaan tersebut dijaga, dirawat dan dikandangkan,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI