DENPASAR, MediaBaliNews – Dalam menanggapi tahun politik 2024 mendatang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) I, berharap agar media dapat mengatasi semua informasi yang beredar, khusunya di media sosial.
Dari informasi, kegiatan tersebut akan berlangsung pada hari Jumat 25 Agustus 2023 mendatang, bertempat di Aula Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Jalan Panjaitan No. 7, Sumerta Kelod Denpasar.
Ketua Panitia Musprov I SMSI Bali, I Gusti Ngurah Dibia mengatakan bahwa sejauh ini persiapan Musprov I telah rampung. Ia juga mengungkapkan bahwa Musprov SMSI Bali I rencananya akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Selain Gubernur Koster, Musprov I SMSI juga akan dihadiri oleh Bupati Jembrana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Pengurus Pusat SMSI, Perwakilan Google Indonesia, serta 34 media online/siber anggota SMSI Bali sebagai peserta.
“Di samping agenda persidangan, Musprov I juga akan diisi penyampaian materi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dengan judul “Jembrana Emas”, kemudian pemaparan materi oleh perwakilan Google Indonesia dan Pengurus Pusat SMSI terkait pengelolaan media online,” ungkapnya.
Sementara, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan bahwa Musprov ini bertujuan meminta laporan pertanggungjawaban pengurus SMSI periode sebelumnya, kemudian memilih dan menetapkan pengurus SMSI Bali periode 2023-2028.
Adapun tema yang diambil dalam Musprov SMSI I, yakni “Meningkatkan Profesionalisme Media Online di Tengah Kompetisi Platform Digital”. Dirinya juga mengatakan bahwa tema tersebut diangkat guna merespon tahun politik 2024.
Lebih lanjut, menurutnya media harus merapatkan barisan dan menjadi cleaning house atau rumah pembersih untuk segala informasi yang tersebar di dunia maya, terutama di media sosial.
“Karena akan ada banyak informasi yang tersebar (di Pemilu 2024), termasuk yang ada di medsos. Untuk itu fungsi media itu sebagai pembersih atau cleaning house,” ujarnya Senin (21/08).
Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa Musprov ini akan menjadi ruang untuk melahirkan kesepakatan-kesepakatan bersama dari semua media yang bernaung dalam SMSI Bali untuk menciptakan Pemilu 2024 yang kondusif di setiap tahapannya dengan caranya masing-masing.
Disamping itu, dirinya mengatakan bahwa media mempunyai peran penting dalam menyukseskan pesta demokrasi Pemilu 2024. Di samping menjalankan fungsi pengawasan, media juga berperan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Jika KPU (komisi pemilihan umum, red) adalah penyelenggara maka media fungsinya mengawasi dan mengawal pesta demokrasi berjalan dengan baik. Kemudian mendorong masyarakat untuk berpartisipasi. Satu persoalan yang ada di Bali kan partisipasi pemilu rendah,” pungkasnya. (gsn/mbn)























