JEMBRANA, MediaBaliNews — Sudah dua malam berlalu sejak Wayan Mender, seorang kakek berusia 79 tahun asal Banjar Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, meninggalkan rumah untuk berkebun. Hingga Jumat, 30 Mei 2025, pria lanjut usia itu belum juga kembali.
Kabar hilangnya Wayan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Kamis sore, 29 Mei, pukul 16.50 WITA. Informasi disampaikan oleh Kelian Dinas Badung Kayu, Teddy Pratama. Berdasarkan keterangan warga, Wayan terakhir kali terlihat pada Rabu petang sekitar pukul 18.00 WITA.
“Kami langsung kerahkan tim dari Pos SAR Jembrana untuk koordinasi awal bersama keluarga dan warga setempat,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Jumat (30/5).
Upaya pencarian melibatkan empat personel pada malam pertama setelah laporan diterima. Dari pihak keluarga, diketahui bahwa saat meninggalkan rumah, Wayan mengenakan baju hitam dan celana pendek biru. Sang kakek juga disebut mengalami gangguan penglihatan, pendengaran yang melemah, serta pikun.
“Hasil koordinasi kami, kondisi korban memang cukup rentan. Ini menjadi perhatian dalam penyusunan strategi pencarian,” imbuh Sidakarya.
Hari ini, pencarian kembali dilanjutkan dengan penyisiran area perkebunan yang diperkirakan seluas 2,6 kilometer persegi. Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Pos SAR Jembrana, Polsek Pekutatan, BPBD Jembrana, PMI Jembrana, Bhabinkamtibmas Desa Pengeragoan, hingga masyarakat sekitar dan kerabat korban.
Pencarian berlangsung di tengah kekhawatiran keluarga, yang berharap Wayan segera ditemukan dalam keadaan selamat. (ang/mbn)


























