Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

TPA Semakau Land Fill Singapura Jadi Inspirasi Kelola Sampah di Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Semakau Land Fill di Singapura menjadi inspirasi untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana. Pasalnya, TPA yang identik dengan bau busuk, jorok dan justru mampu disulap menjadi TPA hijau sebagai habitat berbagai jenis burung sekaligus menjadi atraksi ekowisata.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, saat melakukan kunjungan kerja yang diterima langsung General Manager Land Fill Management & Operations Department Desmond Lee, Rabu (8/2) di Singapura.

Menurutnya, Singapura berhasil menyelesaikan persoalan sampahnya bahkan diolah menjadi bermanfaat ditengah ketidakberdayaan beberapa daerah termasuk Indonesia menangani persoalan sampah.

“Ini luar biasa bagaimana Singapura mengolah sampah yang tidak dapat didaur ulang lalu dibakar, kemudian abu dan beberapa limbah padat dikirim ke pulau buatan. Jadi pulau ini juga berfungsi sebagai cagar alam tempat hidup burung dan satwa lainnya. Hijau sekali,” ungkapnya.

Konsep ini, kata dia, bukan hal mustahil bisa diterapkan di Kabupaten Jembrana. Mengingat persoalan sampah saat ini sudah mendesak ditengah kapasitas TPA Peh Kaliakah yang sudah over kapasitas. Selain itu, Jembrana juga memiliki beberapa perairan, sehingga cagar alam buatan berbahan sampah tersebut bisa menjadi daya dukung pariwisata Jembrana dikemudian hari.

“Semakau land fill di Singapura ini salah satu solusi dan kita masih mencari beberapa alternatif lain, sehingga kita bisa memutuskan yang terbaik untuk Jembrana dalam penanganan sampah,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Land Fill Management & Operations Department Desmond Lee menjelaskan, TPA Semakau dibangun sejak tahun 1999. Pembangunan berlangsung dalam dua tahap/fase dan selesai pada 2015. TPA yang berlokasi sekitar delapan kilometer di bagian selatan Singapura ini menggunakan lahan seluas 335 hektare.

Baca Juga :  Hujan Deras dan Angin Kencang, Pelinggih Rumah Warga di Melaya Roboh

Lokasi tersebut menghubungkan Pulau Semakau dan Pulau Sekang, beroperasi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara teknis, kata dia, Semakau Land Fill dibangun dari abu sisa pembakaran sampah kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

“Sampah yang dibakar adalah jenis sampah yang tidak dapat diolah sehingga volume sampah berkurang hingga tersisa abu dari pembakaran. Volumenya mencapai 1461 ton perhari,” ungkapnya. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI