JEMBRANA, MediaBaliNews – Luapan air di Jembatan Tukad Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana akibat hujan deras di daerah perbukitan mengakibatkan lumpuhnya Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk. Sejumlah rumah warga di sekitar jembatan juga tergerus derasnya aliran air, Minggu (16/10/2022)
Dari pantauan dilokasi, warga yang rumahnya di sekitar jembatan satu-persatu dievakuasi ke Polsek Mendoyo untuk menghindari terjadinya hal yang tidak di inginkan. Selain itu, debit air yang cukup deras mulai menutupi badan jembatan sekitar Pukul 22.29 Wita, hingga petugas kepolisian untuk sementara melarang kendaraan melewati jembatan.
Salah seorang warga setempat, Gede Semertadana,41 saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, peningkatan debit air sungai Bilukpoh mulai terjadi sekitar Pukul 21.00 wita, “air sudah mulai membesar jam sembilan, dan sangat cepat sekali air sudah memenuhi badan sungai, padahal disini tidak ada hujan, hujan lebat terjadi di Desa Munduk Anyar daerah utara sana, tadi sore saya sempat mancing disini,” tuturnya.
Semertadana juga menjelaskan, sekitar Pukul 21.00 Wita satu rumah warga sudah tenggelam akibat banjir. “Air sudah memenuhi satu rumah warga hingga ke atap, namun beberapa rumah warga juga sudah tergenang. Warga hanya bisa menyelamatkan diri saja, tidak bisa membawa harta benda karena debit air sangat cepat bertambah. Kecepatan air tidak seperti banjir tahun 2018 lalu, ini lebih parah lagi dari tahun sebelumnya,” paparnya.
Salah seorang warga yang rumahnya tenggelam, Made Ruti,63 mengatakan, dirinya beserta istri hanya berhasil menyelamatkan sepeda motor dan dua setel pakaian. “Ini lebih parah dari banjir sebelumnya, saya tidak sempat selamatkan barang lain, hanya sepeda motor dan baju ini saja, barang lain masih tertinggal di dalam rumah, yang penting nyawa selamat,” ujarnya.
Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana ditemui di lokasi banjir membenarkan adanya penutupan sementara akses jalan utama Denpasar-Gilimanuk dikarenakan Jembatan Biluk Poh diterjang banjir. Penutupan menurutnya masih terjadi hingga Senin dini hari. “Kita tutup sementara karena rawan akibat arus deras, namun kita himbau leeat jalur utara jika memang urgent,” tandasnya. (jar/war/mbn)






















