Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

14.000 Kupu-kupu Dilepasliarkan, Komitmen Nuanu Menjaga Kelangsungan Flora dan Fauna Asli Bali

TABANAN, MediaBaliNews – Magic Garden di Nuanu Creative City telah merayakan ulang tahun pertama. Tempat ini sukses menjadi inkubator pembelajaran tentang keanekaragaman hayati. Magic Garden mendedikasikan 70 persen lahan sebagai ruang hijau. Visi ini menjadikan sebagian besar area sebagai habitat fauna dan flora asli.

Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu, menegaskan komitmen warisan. “Membangun kembali habitat adalah warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung,” kata Astari Prada.

Fasilitas seluas 3.600 meter persegi ini bertanggung jawab menjalankan visi regenerasi lingkungan. Dalam 12 bulan, Magic Garden berkembang menjadi ekosistem lengkap. Ekosistem ini menjadi rumah bagi anggrek, tanaman asli, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk. Mereka berhasil menambah lima fasilitas baru dari tiga fasilitas awal.

Astari Prada menjelaskan tujuan ini sangat konsisten. “Tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat,” tambahnya.

Magic Garden kini menawarkan pengalaman belajar langsung dengan alam. Penambahan fasilitas meliputi Permaculture Garden dan Miyawaki Forest. Mereka juga membuka Biota Lab dan Rabbit Park. Penambahan ini menjadikan tempat ini destinasi edukatif utama bagi keluarga.

Fasilitas ini menjalankan berbagai inisiatif konservasi penting. Mereka telah melepasliarkan lebih dari 14.000 kupu-kupu ke alam liar. Mereka mencatat tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu 10 kali lipat lebih tinggi. Program reforestasi Miyawaki juga dijalankan secara berkelanjutan.

Venue Manager Magic Garden, Komang Sri Junisabtika, menjelaskan pentingnya pengetahuan. “Tanggung jawab kami adalah menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” ujarnya.

Magic Garden menjalin lebih dari 30 kerja sama dengan sekolah-sekolah di Bali. Mereka menyediakan lokakarya seperti terrarium dan kokedama. Tempat ini merupakan rumah bagi Anggrek Bulan, bunga nasional Indonesia.

Baca Juga :  Rem Blong Truk Tronton Hantam Tiga Mobil di Baturiti

Junisabtika meyakini pengetahuan alam penting bagi generasi muda. “Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka,” tutupnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI