JEMBRANA, MediaBaliNews – Pasca pandemi, perayaan Natal tahun ini disambut gembira umat Kristiani. Pasalnya, pada perayaan dua tahun sebelumnya masih diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Beda untuk tahun ini, meski perayaan hari Natal secara umum pada 25 Desember 2022 mendatang, namun sejumlah umat Kristiani khususnya di Kabupaten Jembrana sudah mulai melaksanakan perayaan Natal di masing masing gereja.
Bahkan di momen Natal dimanfaatkan untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama dalam perayaan Natal. Seperti yang dilakukan salah satu jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) ROCK di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana Bali, Selasa (13/12/2022) melakukan persiapan perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada Rabu besok (14/12). Tidak hanya melibatkan para jemaat gereja, namun mengajak juga umat lain untuk ikut terlibat.
“Nyame Kristen, nyame Hindu, nyame Slam, kan onyang nyame (saudara Kristen, saudara Hindu, saudara Islam, kan kita memang bersaudara. Ya kita saling bantu kalau bersaudara,” kata I Ketut Warpa (42) umat lain asal Desa Berangbang, Negara, saat ditemui MediaBaliNews, Selasa (13/12/2022).
Menurutnya, momen seperti ini merupakan momen tepat untuk menunjukan toleransi antar umat beragama di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. “Saya bersama istri ikut bantu jemaat gereja, karena mereka besok ada perayaan Natal,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan warga lain I Gede Puja Warga (46) asal Baler Bale Agung, Negara. Ia mengaku senang bisa saling bantu umat lain ketika ada perayaan perayaan hari keagamaan. “Tidak hanya Kristen, tetangga saya umat Muslim sering saya bantu ikut potong kambing kalau hari raya mereka. Kalau di sini saya bantu potong babi sekarang,” akunya.
Ditemui di lokasi yang sama, Pendeta GBI ROCK Negara, Yusuf Sutrisno mengatakan, momen perayaan Natal kali ini memang beda dari tahun sebelumnya. Dimana tahun ini, sukacita Natal itu bisa implementasikan dalam kebersamaan. Baik bagi umat gereja maupun antar umat beragama.
“Jadi saya undang ke sini untuk membantu, sekalian juga kita memberikan berkat buat mereka, supaya mereka juga merasakan Natal. Dan sebagian warga jemaat juga hadir di sini, bersama-sama mempersiapkan acara untuk perayaan Natal besok,” ucapnya.
Sutrisno juga mengatakan, selain melibatkan umat lain, momen perayaan Natal kali ini pihaknya juga melakukan kegiatan sosial peduli terhadap lingkungan, terutama warga yang kurang mampu. Menurutnya, gereja ada harus bisa menjadi berkat buat lingkungan sekitarnya. Gereja bukan orang lain, tetapi gereja menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.
“Jadi kita membagi sembako untuk warga sekitar Pendem, lingkungan Gereja dimana kita tinggal. Rencana nanti sekitar 75 paket, untuk warga pendem yang kurang mampu. Dana di dapat dari perkumpulan warga gereja seberapa pun yang ada, di kumpulkan untuk membantu orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk Natal tahun ini, kebersamaan yang luar biasa. Bukan perayaannya, tetapi momen kebersamaannya yang luar biasa. “Untuk Natal tahun ini, kita fokusnya untuk kegiatan sosial. Kita tidak hanya gembira sendiri, senang sendiri, tetapi juga memikirkan orang lain yang kurang beruntung,” pungkasnya. (cak/mbn)






















