Saturday, June 6, 2026
Saturday, June 6, 2026

Lapas Tabanan Gelar Skrining TBC Massal, Gandeng Dinkes Antisipasi Penularan

TABANAN, MediaBaliNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menunjukkan keseriusan dalam menjaga kesehatan penghuninya. Mereka menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) massal bagi warga binaan. Aksi ini merupakan kolaborasi apik dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Tabanan I, II, dan III.

“Layanan kesehatan adalah hak dasar yang wajib kami penuhi bagi warga binaan,” tegas Prawira Hadiwidjojo, Kepala Lapas Tabanan, saat menjelaskan urgensi kegiatan ini.

Kegiatan skrining TBC ini meliputi pemeriksaan gejala dan Tuberculin Skin Test (TST). Pelaksanaannya berlangsung pada Senin, 16 Juni 2025. Inisiatif ini muncul mengingat kondisi Lapas sebagai area padat hunian. Tempat seperti ini rentan menjadi sarang penyebaran penyakit menular.

“Lingkungan Lapas yang padat membuat risiko penularan penyakit sangat tinggi,” Prawira menambahkan, menekankan faktor risiko yang ada.

I Gede Komang Werdi, Kepala Sub Seksi Perawatan Lapas Tabanan, mengungkapkan detail pelaksanaan skrining. Tim gabungan dari Dinkes Tabanan dan tiga puskesmas terlibat langsung. Sebanyak 210 warga binaan menjalani TST. Selain itu, enam petugas Lapas juga ikut diperiksa untuk memastikan kesehatan mereka.

“Kami menggandeng Dinkes dan Puskesmas untuk memperkuat skrining ini,” jelas Gede Komang Werdi, menggarisbawahi kolaborasi lintas instansi.

Gede Ngurah Upadana, Ketua Tim Kerja Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tabanan, menyambut positif program ini. Ia berharap skrining masif ini dapat menekan angka penularan penyakit, khususnya TBC. Program pencegahan TBC juga merupakan prioritas nasional yang terus didorong pelaksanaannya.

“Pencegahan TBC adalah program nasional, dan Lapas sebagai area populasi tinggi butuh perhatian khusus,” ucap Gede Ngurah Upadana, menjelaskan pentingnya cakupan program ini.

Upaya ini tidak hanya memastikan pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Kegiatan skrining juga menjadi langkah proaktif menciptakan lingkungan Lapas yang lebih sehat dan aman. Deteksi dini TBC memungkinkan penanganan cepat. Ini krusial demi mencegah penyebaran penyakit ke penghuni lain.

Baca Juga :  Buntut Oknum Guru Pramuka Kirim Video Porno ke Murid, Kwarcab Sesalkan Dugaan Asusila Guru

“Skrining ini adalah bentuk pencegahan dini yang kami lakukan,” ujar Prawira Hadiwidjojo, menggarisbawahi manfaat deteksi awal.

Lapas Tabanan berkomitmen menjaga kualitas kesehatan warga binaan. Mereka berkoordinasi secara berkala dengan pihak kesehatan. Harapannya, program pembinaan berjalan optimal di lingkungan yang sehat. Kualitas hidup warga binaan akan meningkat, sekaligus mendukung proses rehabilitasi.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Lapas,” tambah Gede Komang Werdi, menekankan perbaikan berkelanjutan.

Sinergi antara Lapas, Dinkes, dan Puskesmas ini diharapkan terus terjalin kuat. Kolaborasi semacam ini esensial dalam menghadapi tantangan kesehatan di fasilitas pemasyarakatan. Pencegahan penyakit menular memerlukan pendekatan holistik dan berkesinambungan.

“Kerja sama ini penting untuk meminimalisir risiko penularan penyakit,” tutur Gede Ngurah Upadana.

Praktik skrining TBC di Lapas Tabanan ini menjadi contoh yang patut ditiru. Model ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kesehatan penghuni di lingkungan terbatas. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Lapas lain di seluruh Indonesia.

“Prioritas kami adalah kesehatan dan kesejahteraan seluruh warga binaan,” pungkas Prawira Hadiwidjojo. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI