JEMBRANA, MediaBaliNews – Diduga akibat korsleting listrik, sebuah toko di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, nyaris diamuk sijago merah, Senin (20/4).
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II bersama staf Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) untuk melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi.
Ia mengatakan, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Kronologi bermula saat pemilik toko, Ni Wayan Ayu Surya Dewi (26), menutup usahanya pada Minggu malam 19 April 2026 sekitar pukul 22.00 Wita setelah memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman.
Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita, saat ibu mertua pemilik hendak membuka toko, terlihat asap hitam keluar dari dalam bangunan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memadamkan api secara manual.
“Setelah pintu toko dibuka, sumber api diketahui berasal dari bagian bawah AC yang kemudian merembet ke rak dan kain dagangan di sekitarnya. Berkat kesigapan warga, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat meluas,” ungkap Artana Putra.
Sekitar pukul 07.30 Wita, pihak PLN tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan aliran listrik. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.00 Wita.
“Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik pada instalasi AC yang memicu percikan api hingga membakar barang-barang di dalam toko,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, dua unit AC, satu komputer kasir, serta sejumlah barang dagangan berupa alat tulis kantor (ATK) mengalami kerusakan.
“Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp. 20 Juta,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















