Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Tak Kunjung Pulang, Seorang Pensiunan Guru di Mendoyo Ditemukan Tak Bernyawa di Pematang Sawah Miliknya

JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang pensiunan guru bernama I Ketut Bagiada (67) asal Kelurahan Tegalcangkring ditemukan tewas disawah miliknya yang beralamat di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (21/8).

Menurut informasi, sekitar pukul 15.00 Wita, korban berangkat dari rumah menuju ke sawah. Sesampainya disawah, korban membersikan rumput dipematang sawah dengan menggunakan sebilah sabit.

Saat itu, sepupunya, I Nyoman Miarsa (53) yang juga berasal dari Kelurahan Tegalcangkring berada disawahnya disebelah timur sawah milik korban. Sekitar pukul 17.30 Wita, Miarsa mendahului pergi untuk memberi makan sapinya yang berada di sebelah barat sawah korban.

Selesai memberi makan sapinya dan mendahului pulang dengan melewati sawah milik korban sekitar pukul 18.00 Wita, Miarsa tidak melihat keberadaan korban.

“Sekira pukul 19.00 Wita, korban tak kunjung pulang sehingga istrinya merasa cemas, dan memberitahu I Ketut Gede Wiasa (47) untuk mencari keberadaan korban, ” ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, Kamis (22/8/2024).

Karena hal tersebut, Gede Wiasa dan Miarsa lantas mencari keberadaan korban di pantai Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, mengingat korban senang memancing ikan dilaut.

Namun, korban juga tak kunjung ketemu setelah dilakukan pencarian dipesisir pantai di Banjar Anyar Tembles. Sehingga, Gede Wiasa dan Miarsa melanjutkan pencarian di area sawah milik korban.

“Saat saksi I dan saksi II melakukan pencarian korban disawah, sekira pukul 21.15 Wita saksi I menemukan korban dalam posisi tengkurap disawah, ” terangnya.

Naasnya, saat ditemukan oleh Gede Wiasa dan Miarasa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian, didekatnya juga ditemukan sebilah sabit yang digunakan untuk memotong rumput.

Mendapati kondisi tersebut, Gede Wiasa lantas menghubungi Kepala Lingkungan Bilukpoh dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mendoyo.

Baca Juga :  Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan 18 Ekor Penyu

“Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas I Mendoyo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter jaga dan tim identifikasi polres Jembrana, ” jelasnya.

Kemudian, kata Kompol Gede Artana, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan pihak keluarga mengihklaskan meninggalnya korban.

“Korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas akut sudah bertahun-tahun, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI