JEMBRANA, MediaBaliNews – Akses jalan kabupaten yang berada di Banjar Pangkung Liplip, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana longsor pada Kamis (9/2). Akibat longsor, jalur transportasi ekonomi warga di tiga desa, yakni Desa Kaliakah, Berangbang dan Manistutu terancam putus.
“Kekhawatirannya, apabila terjadi hujan lebat lagi yang berskala besar dan banjir, sudah pasti putus jalannya. Lumpuh sudah jalur ekonomi, jalur transportasi yang menghubungkan tiga desa ini,” kata Perbekel Desa Kaliakah Made Bagiarta, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (10/2).
Meski, kata dia, ada jalur alternatif lain yang bisa dilalui warga ke pusat kota, namun akan memutar lebih jauh lagi terutama warga Banjar Munduk Kendung, Desa Berangbang. Karena jalur ini merupakan jalur induk dan jalur yang sangat penting terutama untuk transportasi ekonomi. “Walaupun jalan alternatif banyak, tetapi notabenenya jalur ini utama yang dilalui warga dua desa ke kota,” jelasnya.
Di Desa Kaliakah, kata Bagiarta, ada tiga titik lokasi ruas jalan yang mengalami longsor dan perlu penanganan segera. Tiga titik tersebut yakni, dua titik ada di ruas jalan Banjar Pangkung Liplip, dan satu titik di Banjar Peh yang merupakan akses jalur ke TPA. “Kalau yang parah yang butuh penanganan segera ada tiga titik yang sangat krusial,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, akses jalan tersebut sebenarnya sudah mulai amblas sejak kejadian musibah banjir bandang pada bulan Oktober 2022 lalu, namun belum begitu parah. Karena belum ada penanganan, akhirnya pada Kamis (9/2) kemarin tambah longsor akibat curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Pada saat itu, sekitar bulan November (2022 lalu), desa sudah menindaklanjuti permohonan ke PU. Alasan pada waktu itu, karena musibah ini terjadi pada akhir tahun, di mana posisi anggaran di Kabupaten Jembrana itu sudah habis, akhirnya tidak bisa dieksekusi penyelesaian di akhir tahun dan menunggu di induk tahun 2023,” jelasnya.
Jalan yang tergerus longsor hingga sekitar 3 meter dari badan jalan atau dari drainase jalan tersebut berpotensi melebar, bahkan membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani. Saat ini, kata dia, jalan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan mobil kecil pribadi. Ia berharap warga atau pengguna jalan selalu waspada sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Per 15 Januari 2023 kami diperbaharui permohonan perbaikan. Namun anggaran belum ada. Dan di Kabupaten juga belum dieksekusi. Kami sudah laporkan ke Bupati dan dikonfirmasi ke Kadis PU,” pungkasnya. (cak/mbn)






















