JEMBRANA, MediaBaliNews – Guna mengantisipasi terjadinya krisis air bersih di Kabupaten Jembrana, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Jati akan melakukan interkoneksi terhadap pompa yang mengalami kekeringan dampak dari musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Amerta Jati, Gede Puriawan, dimana pihaknya mengatakan saat ini debit air yang ada di 24 pompa air sudah mulai mengecil dan ada beberapa pompa yang kering sehingga air kadang-kadang mati.
“Beberapa waktu lalu air di Pemkab Jembrana sempat mati akibat pompa air mengering. Saat ini masih terbilang baru musim kemarau, apa lagi nanti saat bulan Agustus mendatang bisa-bisa krisis air,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/6).
Lebih lanjut, Puriawan mengatakan saat ini ada tiga instalasi air yang dikelola oleh pihaknya. Dua diantaranya pengolahan dari air sungai dan satu dari bendungan.
“Untuk debit air di Bendungan Bendel saat ini mulai menurun, namun masih bisa kita kontrol karena dari pengambilannya kita tidak full seharian, kita hanya mengambil pada pagi dan sore hari masing-masing selama 4 jam, ” jelasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya krisis air di Kabupaten Jembrana, pihaknya mengatakan akan menerapkan sistem saling suplay air dari setiap pompa yang mengalami kekeringan.
“Untuk mengatasi krisis air bersih, yang pertama itu secara teknis pompa air akan di atur volumenya agar tidak mati, dan kita akan optimalkan pengolahan yang di brangbang itu, dan pipa yang ada disini kan tidak pernah kering maka pipa disini akan dikoneksikan kepada pipa-pipa yang terkena dampak kekeringan,”ucapnya.
Ia juga menuturkan, bahwa setiap pompa air saat ini sudah saling terkoneksi. Namun, pihaknya saat ini masih menutup keran air tersebut dan dibuka bila sudah mulai krisis air.
“Kalau saat ini belum ada daerah yang mengalami krisis air kecuali yang terdampak bencana kemarin seperti Desa Penyaringan dan Desa Yehembang, ” pungkasnya. (gsn/mbn)























