JEMBRANA, MediaBaliNews – Belasan penyu hijau yang hendak diselundupkan oleh seorang pria bernama Roslan Bai Dawi (29) asal Kelurahan Gilimanuk kini di lepasliarkan di pantai Prancak, Desa Prancak, Kecamatan Jembrana, Selasa (21/11).
Sebanyak 19 ekor penyu hijau tersebut kini dilepas liarkan kehabitat asli mereka. Pelepasan penyu-penyu tersebut dilaksanakan oleh sejumlah tokoh penting termasuk Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, jajaran Forkopimda Jembrana, Kepala Seksi Balai KSDA Provinsi Bali Sulistyo Widodo beserta anggota, dan Mrs. Femke anggota Jaringan Satwa Indonesia.
Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana menjelaskan bahwa penyu-penyu ini disita pada Minggu (19/11) dalam pengungkapan penyelundupan di Desa Baluk.
“Proses penyelidikan terkait sumber dan tujuan penyu-penyu ini telah dilakukan dan sementara dalam proses penyidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan total denda mencapai Rp. 100 Juta.
“Terhadap pelaku dipersangkakan melanggar pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a UURI nomor 5 tahun 1990 tentang konversi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan pidana paling lama 5 tahun, ” tegasnya.
Sementara, Kepala Seksi Balai KSDA Provinsi Bali, Sulistyo Widodo, menegaskan bahwa dari 19 penyu yang dilepasliarkan, 18 di antaranya adalah betina dan 1 adalah jantan dengan berbagai ukuran dan usia.
“Yang terbesar memiliki ukuran 96 centimeter x 79 centimeter dengan berat 137 kilogram dan yang termuda diperkirakan berumur sekitar 8 tahun. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam upaya konservasi satwa liar, terutama bagi jenis penyu hijau yang berada di wilayah Indonesia, ” terangnya.
Sedangkan, dari Jaringan Satwa Indonesia, Mrs. Femke mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin mengenai banyaknya kasus serupa.
“Kasus-kasus penyu memang terkait dengan penderitaan, sangat-sangat parah sekali, dan sangat luar biasa kemarin dari tim sudah melakukan pemeriksaan medis seperti sudah diterangkan oleh Bapak Sulis dari KSDA Provinsi Bali sebagai mitra, yang juga telah dilakukan tes DNA biar ketahuan nanti asal-usul penyu ini didatangkan dari mana.” pungkasnya. (gsn/mbn)






















