JEMBRANA, MediaBaliNews – Setelah pencarian hari ke 3 (tiga) dilakukan, bocah berusia 9 tahun yang terseret arus saat sedang mandi bersama kakeknya di pintu keluar masuk Pelabuhan Pengambengan pada hari Jumat (1/9) lalu, akhirnya ditemukan mengambang ditengah laut oleh seorang nelayan.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan bahwa penemuan korban pertama kali dilaporkan oleh nelayan yang sedang melaut sekitar pukul 08.05 Wita, Minggu (3/9).
“Kami tim SAR gabungan menerima laporan dari rekan-rekan, bahwa penemuan untuk korban yang berada ditengah laut ditemukan dan dilaporkan oleh nelayan rening, ” ungkapnya.
Mendapati hal tersebut, nelayan rening tersebut lantas menghubungi sang istri Halimah (52) asal Banjar Rening, Desa Cupel yang berada didarat untuk segera melaporkan penemuan tersebut ke Kantor Polairud Polres Jembrana.
“Jadi waktu itu, kami bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran ke arah timur dengan menggunakan Ruber boat Basarnas dan Speed boat Polair,” jelasnya.
Setelah mendapatkan adanya laporan tersebut, tim SAR gabungan lantas meluncur dan melakukan evakuasi terhadap tubuh korban.
“Setelah kami koordinasikan lebih lanjut, bahwa memang benar ada penemuan, yang selanjutnya tim SAR gabungan langsung membantu mengevakuasi korban, ” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa tubuh korban ditemukan berjarak sekitar 2 (dua) Nautical Mile dari lokasi korban terseret arus.
“Setelah dilakukan pengecekan jenazah yang ditemukan, orang tua korban membenarkan bawha jenazah tersebut merupakan anak mereka, ” pungkasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban lantas dibawa ke Puskesmas II Negara, Desa Pengambengan dengan menggunakan mobil Ambulance Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana. Usai melakukan pemeriksaan, jenazah korban akhirnya dibawa ke rumah duka di Banjar Ketapang Lampu, Desa Pengambengan. (gsn/mbn)






















