JEMBRANA, MediaBaliNews – Miris, didatangi petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sepasang remaja di Jembrana ditemukan tanpa menggunakan bawahan disebuah toilet umum di Taman Pecangakan Jembrana, Sabtu (26/10).
Menurut dari rekaman video yang beredar luas digrup whatsapp, merekam sepasang remaja diduga sedang berbuat mesum disebuah toilet umum yang berada didepan Kantor Pemerintahan Kabupaten Jembrana.
Dua rekaman video amatir yang berdurasi 0,16 detik dan 0,43 detik, dalam video pertama yang berdurasi 0,16 detik, terlihat seorang remaja pria mengenakan kaos hitam dan seorang remaja putri mengenakan kaos coklat berada di dalam sebuah toilet umum.
Kedua remaja tersebut tertangkap basah tidak menggunakan bawahan saat didatangi oleh sejumlah petugas Satpol PP. Sepasang remaja tersebut kemudian diarahkan untuk segera memakai celana dan keluar dari toilet.
Saat dikonfirmasi, Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya memberkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengaku mendapatkan laporan dari dua orang remaja yang mengatakan ada orang mencurigakan didalam toilet umum tersebut sekitar pukul 22.30 Wita pada Sabtu 26 Oktober 2024.
“Anak muda yang melaporkan karena curiga terkait ada sepasang muda mudi yang berada didalam toilet sudah selama 2 jam namun tak kunjung keluar, ” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (27/10/2024).
Mendapati laporan tersebut, sejumlah petugas dari Satpol PP Jembrana kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan mendatangi toiket umum yang dimaksud.
Saat dilakukan pengecekan, ditemukan sepasang remaja sedang berduaan didalam toilet tersebut. Remaja pria ditemukan dalam posisi jongkok dan mengaku sedang buang air besar. Sedangkan remaja perempuan dalam posisi jongkok membelakangi pintu toilet.
“Keduanya kelihatan tidak menggunakan bawahan. Kemudian, anggota meminta yang bersangkutan untuk memakai pakaian dan keluar, ” terangnya.
Kemudian, sepasang remaja tersebut diarahkan ke Kantot Satpol PP Jembrana. Kemudian dilakukan pemanggilan terhadap orang tua dari sepasang remaja tersebut.
“Namun hanya orang tua dari remaja pria saja yang datang, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























