Thursday, February 19, 2026
Thursday, February 19, 2026

Diduga Bongkahan Kayu, Balawista Amankan Buaya di Pantai Legian

MANGUPURA, MediaBaliNews – Seekor buaya secara tiba-tiba muncul di pantai Legian, Rabu (4/1/2023). Awalnya buaya tersebut diduga bongkahan kayu, hingga akhirnya diamankan petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung.

Informasi yang dihimpun MediaBaliNews, kemunculan buaya tersebut pertama kali dilihat oleh petugas Balawista, Badung sekitar pukul 15.00. Buaya yang diduga berasal dari hutan bakau Tahura Ngurah Rai ini, diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter dan jenis kelamin jantan.

Petugas Balawista yang di bantu masyarakat, saat itu juga langsung melakukan evakuasi, mengamankan buaya tersebut. Menggunakan alat seadanya, jerat tali dan tongkat kayu, akhirnya buaya berhasil diikat dan diamankan. Selanjutnya buaya tersebut diserahkan ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Hari ini kita sudah berhasil menangkap dan kita amankan. Agar tidak terjadi keributan di obyek wisata (pantai Legian). Habitat buaya di Tahura Ngurah Rai. Jadi kemungkinan besar berasal dari sana,” kata Kepala BKSDA Bali R. Agus Budi Santosa, saat dikonfirmasi MediaBaliNews, Rabu (4/1/2023).

Menurutnya, diperkirakan buaya tersebut berjenis muara yang hidup di Tahura Ngurah Rai. Buaya tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 2,9 meter. Kejadian ini, kata dia, baru pertama kali terjadi seekor buaya muncul tiba-tiba di pantai Legian.

Sehingga, pihaknya akan melakukan pengujian beberapa hari untuk mengetahui asal usul biaya tersebut. Selain itu, lanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, karena ditemukan beberapa bekas luka.

“Setelah itu kami akan lakukan uji dan analisa. Ini baru sekali ada kejadian (buaya muncul di pantai). Tapi kalau di Tahura memang ada buaya. Tapi apakah buaya di sana keluar sampai ke Legian, itu akan kami pastikan,” ungkapnya

Baca Juga :  Dua Mantan Bupati, Gede Winasa dan Putu Artha Atarkan Paket Bang-Ipat ke KPU Jembrana

Namun demikian, pihaknya belum berani memastikan apakah binatang buas tersebut dipelihara kemudian dilepaskan oleh pemeliharanya, atau memang asli dari alam. “Ya memang ini belum kita bisa pastikan,” pungkasnya. (gzx/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI