Sunday, July 26, 2026
Sunday, July 26, 2026

Diduga Korsleting di Kamar Pembantu, Rumah Warga di Taman Griya Jimbaran Ludes Terbakar

DENPASAR, MediaBaliNews – Musibah kebakaran pemukiman melanda kawasan Kuta Selatan pada Kamis malam. Sebanyak empat ruangan yang terdiri dari kamar tidur dan gudang penyimpanan barang milik seorang warga hangus dilalap si jago merah. Hubungan pendek arus listrik (korsleting) diduga kuat menjadi pemicu utama munculnya kobaran api.

“Penyebab kebakaran diduga kuat akibat adanya korsleting listrik yang bersumber dari dalam kamar pembantu,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat, 17 Juli 2026.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis malam, 16 Juli 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Tempat kejadian perkara (TKP) berada di rumah milik warga bernama I Ketut Sudiarsa, S.H. (61), yang berlokasi di Jalan Danau Beratan Timur Nomor 18, Lingkungan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

“Laporan resmi diterima oleh pihak kepolisian pada pukul 20.17 WITA, namun tindakan pemadaman sudah langsung dilakukan sesaat setelah api pertama kali terlihat,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya memaparkan penanganan awal.

Berdasarkan keterangan saksi, Ni Made Artini (61), petaka bermula saat dirinya sedang beraktivitas di dapur rumah. Tiba-tiba, ia mencium bau gosong yang sangat menyengat dan tidak biasa. Awalnya, saksi mengira bau tersebut berasal dari warga sekitar yang sedang membakar sampah atau dari masakan suaminya.

Dipicu rasa curiga yang kuat, saksi memutuskan untuk melangkah ke area belakang rumah guna melakukan pengecekan. Bak disambar petir, saksi dikejutkan dengan pemandangan kobaran api yang sudah membesar dan melumat bangunan bagian belakang. Panik dengan situasi tersebut, saksi langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar dan berlari mencari suaminya yang tengah berada di dalam kamar tidur utama.

Mendengar laporan dari sang istri, I Ketut Sudiarsa langsung bergegas keluar dan mendapati tiga kamar di area belakang rumahnya sudah terkepung api. Tanpa membuang waktu, pemilik rumah segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung untuk meminta bantuan darurat.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Minta Warga Bali Pilih Mulia-PAS di Pilgub Bali 27 November

Sambil menunggu armada petarung api tiba di lokasi, pemilik rumah bersama para penghuni kos dan puluhan warga sekitar bergotong-royong melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air, guna memutus jalur rambatan api ke bangunan utama terdekat.

Respons cepat ditunjukkan oleh tim pemadam kebakaran. Tepat pada pukul 20.05 WITA, gelombang armada Damkar mulai tiba secara bertahap di lokasi kejadian. Sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara masif untuk mengepung titik api, yang terdiri dari 1 Unit Damkar BPG, 1 Unit Damkar ITDC, 2 Unit Damkar Majapahit dan 1 Unit Damkar Kunti.

Berkat lokalisasi area yang tepat dan pasokan air yang memadai, petugas Damkar berhasil menjinakkan amukan si jago merah dalam waktu singkat dan langsung dilanjutkan dengan proses pendinginan cooling down menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang tersisa di bawah reruntuhan.

Meskipun dipastikan nihil korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, dampak kerugian material yang diderita korban tergolong cukup besar. Api melumat habis bangunan seluas kurang lebih 16×8 meter persegi yang mencakup 4 ruangan fungsional, meliputi 1 unit kamar tidur yang sehari-hari digunakan sebagai tempat istirahat asisten rumah tangga (pembantu), 1 unit gudang penyimpanan khusus peralatan rumah tangga dan katering, 1 unit gudang penyimpanan khusus peralatan ritual persembahyangan (sarana adat).

Sejumlah barang berharga yang disimpan di dalam ruangan-ruangan tersebut ikut hangus menjadi abu, di antaranya berupa kasur, lemari pakaian, beberapa unit AC bekas, serta suku cadang dan peralatan servis sepeda motor. Total nilai kerugian ditaksir menembus angka Rp200.000.000.

“Personel dari Polsek Kuta Selatan sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP awal. Untuk penanganan hukum lebih lanjut, pihak kepolisian telah mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi di Mapolsek Kuta Selatan setelah pihak keluarga menyelesaikan investigasi dan pendataan kerugian secara internal,” pungkas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI