JEMBRANA, MediaBaliNews – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jembrana dapati kasus penyebaran penyakit menular seksual HIV masih cukup tinggi di Jembrana.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Jembrana, Made Dwipayana, ia mengatakan, penemuan infeksi baru HIV selama 3 tahun terakhir di Kabupaten Jembrana relatif cukup tinggi.
“Jumlah infeksi HIV pada tahun 2023 ini sebanyak 85 kasus, sedangkan di tahun 2022 sebanyak 89 kasus, dan di tahun 2021 sebanyak 72 kasus, ” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Kamis (14/12).
Dalam upaya penekanan jumlah penyebaran penyakit menular seksual ini, pihaknya mengaku telah melakukan penelusuran terhadap kasus yang ada sebelumnya.
“Untuk menekan kasus, kita berupaya untuk masuk ke kelompok pontensial, kita upayakan test semuanya sehingga semua alur penularannya bisa terdeteksi, ” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga mengaku telah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dalam upaya pencegahan adanya penularan penyakit seksual HIV di lingkungan anak muda.
“Kita masuk ke sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA/SMK untuk sosialisasi dan pembentukan kelompok sebaya, ” bebernya.
Disamping itu, pihaknya berharap agar penemuan kasus infeksi baru HIV di Kabupaten Jembrana ini, dapat semakin ditekan dengan berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan.
“Kita berupaya menemukan kasus sebanyak-banyaknya, dan melakukan pengobatan serta memastikan tidak putus obat, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















