KLUNGKUNG, MediaBaliNews – Tragedi memilukan menimpa seorang nelayan lokal saat sedang menyalurkan hobi memancing di kawasan pesisir tebing Pantai Kelingking. Nasib malang ini menimpa Nyoman Rame yang mendadak hilang tersapu ombak besar pada Jumat pagi, 24 April 2026.
Tim penyelamat gabungan kini tengah berjuang melawan arus kencang demi menemukan keberadaan pria berumur empat puluh sembilan tahun tersebut.
“Kami segera mengerahkan tim menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan darurat dari warga setempat pagi tadi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban berangkat memancing bersama anak kandungnya menuju area tebing curam Kelingking. Mereka berdua tiba di lokasi sejak dini hari untuk mencari spot memancing yang paling potensial. Namun cuaca buruk dan gelombang tinggi mendadak datang menghantam posisi berdiri korban di atas bebatuan tajam.
“Saksi mata melihat korban terhempas ombak saat sedang mempersiapkan peralatan pancing di pinggir tebing pantai tersebut,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida saat memberikan kronologi singkat kepada wartawan di lapangan.
Tubuh Nyoman Rame langsung terseret ke tengah laut dan hilang dalam hitungan detik akibat arus sangat kuat. Anak korban yang menyaksikan kejadian tersebut tidak mampu berbuat banyak karena kondisi medan sangat berbahaya. Pihak keluarga segera meminta bantuan warga untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak otoritas terkait segera.
“Laporan masuk ke kantor kami pada pukul enam pagi dan tim rescue langsung bergerak menuju titik koordinat,” ucap I Nyoman Sidakarya menjelaskan waktu respon personel penyelamat dalam operasi pencarian orang hilang tersebut.
Operasi pencarian melibatkan personel gabungan dari unsur TNI AL serta relawan masyarakat Desa Bunga Mekar setempat. Tim rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat untuk menyisir area perairan yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cukup berawan dengan jarak pandang mencapai dua belas kilometer lebih.
“Personel kami fokus menyisir area laut dengan mengikuti arah arus serta hembusan angin yang menuju ke selatan,” tutur I Nyoman Sidakarya mengenai strategi teknis pencarian tim di tengah gelombang laut Bali yang ganas.
Pihak keluarga korban tampak menunggu dengan cemas di atas tebing sambil memantau pergerakan perahu tim penyelamat. Medan yang sangat terjal menjadi kendala utama bagi tim darat untuk melakukan evakuasi langsung ke bibir pantai. Petugas mengingatkan warga agar selalu waspada saat beraktivitas di pinggir tebing karena cuaca laut sulit diprediksi.
“Kami berharap cuaca tetap bersahabat sehingga proses pencarian hari pertama ini dapat membuahkan hasil yang maksimal,” kata I Nyoman Sidakarya. (ang/mbn)






















