JEMBRANA, MediaBaliNews – Polres Jembrana meluruskan kabar terkait adanya dugaan kasus penculikan yang terjadi di depan kantor camat Mendoyo dan kabar tersebut tersebar luas melalui pesan Whatsapp pada Rabu (15/2) sore.
“Itu tidak benar, alias hoax,” kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat ditemui di Polres Jembrana, Kamis (16/2/2023).
Pihaknya menuturkan setelah mendapat laporan dari pihak korban atau dari saksi tersebut setelah ditelusuri dan diselidiki tidak benar adanya.
“Saya kembali luruskan, informasi yang beredar tidak benar, hal ini terjadi karena ketakutan korban dimarah oleh orang tuanya karena keluar dengan orang lain, sehingga mengatakan dirinya menjadi korban penculikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa PSP (17) yang dianggap sebagai korban ini sebenarnya memang kenal dengan yang di duga pelaku atau yang diajak keluar.
“Diharapkan, jika masyarakat menemukan kejadian seperti itu agar selalu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah tersebut,” pungkasnya. (gsn/mbn)























