TABANAN, MediaBaliNews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi membuka pendaftaran Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea atau IKTE untuk tahun anggaran dua ribu dua puluh enam.
Program bergengsi ini menawarkan kesempatan emas bagi para pendidik di Kabupaten Tabanan untuk mencicipi sistem pendidikan internasional. Pemerintah daerah mendorong para guru jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas untuk segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu berakhir.
“Program IKTE ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas diri serta memperluas wawasan global,” ujar Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat memberikan keterangan resmi.
Provinsi Bali masuk dalam daftar daerah sasaran prioritas karena memiliki kekayaan nilai seni dan budaya yang sangat kental. Para guru terpilih nantinya akan menjalankan tugas mengajar di sekolah-sekolah Korea Selatan selama tiga bulan berturut-turut. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia sekaligus menyerap praktik baik pembelajaran dari negeri ginseng tersebut.
“Saya mengajak seluruh guru di Kabupaten Tabanan yang memenuhi persyaratan agar berani mengambil peluang internasional yang sangat langka ini,” tutur Sanjaya.
Peserta program ini wajib menguasai keterampilan seni tradisional sebagai modal utama dalam mengenalkan budaya lokal di kancah global. Kriteria seleksi yang ketat mengharuskan calon peserta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni baik secara lisan maupun tulisan. Pemerintah pusat merancang kegiatan ini guna memperkuat pemahaman mengenai pendidikan kewarganegaraan global serta tujuan pembangunan berkelanjutan bagi pendidik.
“Pengalaman mengajar di luar negeri nantinya membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah setelah guru kembali bertugas,” imbuh Bupati saat menjelaskan visi jangka panjang program pertukaran guru tersebut.
Pendaftaran program ini secara resmi mulai beroperasi sejak tanggal dua Februari hingga awal bulan Maret dua ribu dua puluh enam. Calon peserta yang berminat harus berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara atau guru tetap yayasan dengan usia tertentu. Mereka juga wajib memiliki pengalaman mengajar minimal selama lima tahun untuk memastikan kematangan profesionalitas saat bertugas di luar negeri.
“Pemerintah daerah berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pendidik untuk mengharumkan nama daerah di tingkat internasional,” jelas Sanjaya.
Pengiriman dokumen persyaratan dilakukan secara daring melalui laman resmi milik Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian terkait. Panitia seleksi akan melakukan proses verifikasi administrasi secara ketat sebelum melanjutkan ke tahapan wawancara serta uji kompetensi seni. Keberhasilan guru Tabanan dalam program ini akan menjadi bukti nyata kualitas pendidikan daerah yang mampu bersaing pada level dunia.
“Ilmu dan jejaring internasional yang diperoleh nantinya harus ditularkan kepada rekan sejawat serta seluruh peserta didik di sekolah asal,” kata Sanjaya.
Program IKTE tahun ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Guru yang berangkat diharapkan membawa inovasi baru dalam metode pembelajaran yang lebih kreatif dan juga efektif bagi siswa. Tabanan siap mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menjadi duta pendidikan bangsa di tengah ketatnya persaingan kualitas sumber daya manusia. (ang/mbn)






















