TABANAN, MediaBaliNews – Warga Perumahan Sandan Sari, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia akibat gantung diri di kediamannya, Selasa (20/5) siang.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukanada, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi oleh media. Menurutnya, peristiwa tragis itu diketahui sekitar pukul 11.30 WITA di rumah korban yang beralamat di Perum Sandan Sari Blok E No. 26, termasuk Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.
“Korban diketahui bernama Ni Luh Sudiasih, perempuan kelahiran 18 Juni 1990, yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di ventilasi pintu kamar mandi oleh suaminya sendiri, I Wayan Wicitra, bersama warga sekitar,” ujar Kompol Sukanada.
Kejadian bermula saat anak kandung korban, Ni Putu Alisa Budian Tari, pulang dari sekolah dan mendapati pintu rumah terkunci. Mendengar suara tangisan adiknya dari dalam rumah namun tidak mendapat respons dari ibunya, ia kemudian meminta bantuan tetangga, I Nyoman Salindra, untuk menghubungi ayahnya.
Saat sang suami tiba di lokasi, mereka mendobrak pintu rumah dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan selendang warna kuning. Selendang tersebut kemudian dipotong oleh saksi menggunakan pisau dapur.
Menerima laporan dari warga, anggota Polsek Kediri yang dipimpin oleh Iptu I Gst Ngr Dian Giri Kesuma segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Tabanan guna penanganan lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan keluarga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut secara hukum. Surat pernyataan resmi telah dilampirkan,” jelas Kapolsek Kediri.
Jenazah korban direncanakan akan disemayamkan dan dibawa ke kampung halamannya di Banjar Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Kapolsek Kediri turut mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga serta lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (ang/mbn)


























