TABANAN, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Tabanan merespons cepat kondisi ruas jalan provinsi yang jebol pada persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pahlawan pekan ini.
Tim teknis Dinas Pekerjaan Umum bersama Wakil Bupati Tabanan meninjau langsung kerusakan infrastruktur tersebut guna memastikan keselamatan para pengguna jalan. Pengelola jalan segera memasang sejumlah rambu peringatan di sekitar titik kerusakan sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
“Untuk sementara kami lakukan pemasangan rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada karena keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, Selasa, 27 Januari 2026.
Pihak pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Bali selaku pemegang kewenangan atas ruas jalan tersebut. Hasil koordinasi lintas instansi memastikan bahwa proyek perbaikan permanen akan terlaksana oleh Dinas PU Provinsi Bali pada Februari mendatang. Sinergi ini bertujuan agar akses mobilitas utama masyarakat di wilayah Singasana dapat segera kembali normal seperti sedia kala.
“Setelah kami berkoordinasi dengan PU Provinsi Bali maka ruas Jalan Gatot Subroto dan Pahlawan direncanakan mendapatkan penanganan lanjutan pada Februari dua ribu dua puluh enam,” tuturnya.
Selain menangani jalan jebol, Pemkab Tabanan juga telah menyiapkan anggaran jumbo sebesar dua puluh enam koma tiga puluh lima miliar rupiah. Dana tersebut akan mendanai sejumlah paket pekerjaan Bina Marga untuk meningkatkan kualitas konektivitas jalan di berbagai desa strategis. Program pembangunan infrastruktur ini mencakup rekonstruksi jalan hingga pembangunan drainase modern guna mencegah banjir pada musim hujan mendatang.
“Pemkab Tabanan telah menyiapkan sejumlah paket pekerjaan Bina Marga melalui alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai total dua puluh enam koma tiga puluh lima miliar rupiah,” ucapnya.
Salah satu proyek strategis adalah rekonstruksi ruas Simpang Beraban menuju Pantai Nyanyi yang menelan dana sepuluh miliar rupiah. Pemerintah juga mengalokasikan enam miliar rupiah untuk memperbaiki akses jalan sepanjang empat koma tiga kilometer di wilayah Tangguntiti. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga melalui kelancaran distribusi logistik dan akses menuju destinasi wisata.
“Kualitas dan konektivitas jalan harus terus meningkat demi mendukung keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah kami,” jelasnya.
Paket pekerjaan lain meliputi perbaikan jalan di Gunung Salak dan Bolangan dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah dari APBD. Dinas Pekerjaan Umum memastikan seluruh proses lelang dan pengerjaan proyek akan berjalan secara transparan serta sesuai standar teknis. Peningkatan infrastruktur menuju rumah potong hewan Gubug juga menjadi fokus utama pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan lokal secara menyeluruh. (ang/mbn)






















