Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

Jalan Rusak, Warga Keluhkan Aktivitas Galian C di Manistutu

JEMBRANA, MediaBaliNews – Warga keluhkan aktivitas galian C di Banjar Ketiman Kaja, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Pasalnya, kegiatan tersebut menyebabkan banyak debu, hingga jalan banyak yang rusak, bahkan sempat membuat warga terpeleset saat berkendara.

“Ya seminggu lalu banyak truk-truk ngangkut tanah urug lewat, debunya banyak. Kalau hujan jalannya licin, sempat ada yang jatuh juga bawa motor,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (25/1/2023).

Perbekel Desa Manistutu I Komang Budiana mengatakan, lahan galian C tersebut adalah milik pribadi warga setempat. Namun demikian pihaknya tidak menampik adanya keluhan warga akibat kegiatan tersebut. “Memang sudah ada laporan dari pihak warga. Pertama yang dikeluhkan warga itu adalah masalah jalan,” kata Budiana saat ditemui diruang kerjanya.

Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sudah ada beberapa titik yang rusak, namun adanya kegiatan galian C memperparah kerusakan jalan tersebut. Sehingga sempat ada warga yang jatuh terpeleset mengendarai motor. “Memang sih kalau dilihat dari kondisi jalannya memang ada yang rusak. Tapi ditambah ada aktivitas itu (Galian C) pasti tambah parah,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan kordinasi dan menindaklanjuti keluhan warga dengan mendatangi langsung pemilik lahan tersebut. Namun, kata dia, pihak desa hanya bisa mengingatkan, menyampaikan keluhan warga terkait jalan rusak. Supaya dari pihak pemilik alat berat dan lahan ada perhatian terhadap kondisi jalan rusak.

“Sudah ada diperbaiki (jalan), tapi belum maksimal. Dari Satpol PP Kabupaten juga sudah datang memantau ke lokasi langsung tadi,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik lahan I Made Nitamaryudi, (50) menuturkan, lahan untuk galian C tersebut memang lahan miliknya untuk membuka akses jalan masuk ke pekarangan rumah yang sebelumnya belum ada akses jalan. “Tujuan saya ini hanya untuk membuat jalan ke rumah,” kata Nitamaryudi yang sering dipanggil Dek Kancil, saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Kembali, Polres Jembrana Amankan Pengedar dan Penyalahguna Narkoba

Karena akses jalan belum ada dan sulit jika mau keluar masuk pekarangan rumah harus menaiki gundukan tanah, dirinya kemudian bekerjasama dengan pemilik excavator bernama I Gede Antara. Dengan kesempatan, pemilik lahan memberikan tanah urug secara cuma-cuma dan pemilik excavator membuatkan akses jalan sepanjang 126 meter dari jalan aspal menuju rumah.

“Untuk kondisi jalan rusak saya sudah serahkan ke Pak Gede (pemilik excavator). Saya juga bantu tambal tambal dikit dengan serutan aspal,” imbuhnya.

Dari pantauan MediaBaliNews di lokasi, nampak satu unit alat berat berupa excavator sudah tidak beroperasi. Diduga alat berat tersebut mengalami kerusakan sehingga aktifitas galian C yang sempat dikeluhkan warga di Banjar Ketiman Kaja terhenti sejak beberapa hari terakhir. Terpantau juga beberapa titik jalan sepanjang kurang lebih sekitar 1 kilometer terjadi kerusakan. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI