Thursday, February 19, 2026
Thursday, February 19, 2026

Jegog Spirit Fest 2025 Tegaskan Jegog sebagai Identitas Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews — Melibatkan 75 sekaa jegog se-Kabupaten Jembrana dalam Jegog Spirit Fest 2025, Bupati Jembrana tegaskan jegog sebagai identitas Kabupaten Jembrana, Sabtu (20/12/2025).

Dalam Jegog Spirit Fest 2025 hari ini menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tabuh jegog massal, tari makepung massal, penampilan seniman lintas genre, hingga pengumuman juara lomba.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa jegog bukan sekadar musik tradisional, melainkan identitas daerah.

“Jegog ini adalah suara tanah Jembrana. Jika mendengar suara jegog, orang akan ingat Jembrana,” ungkapnya saat menghadiri Jegog Sprit Fest 2025 yang berlangsung di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Kembang meyakini, dengan adanya Jegog Spirit Fest 2025 ini, maka perkembangan seni musik tradisional khas Kabupaten Jembrana ini akan terus berkembang disetiap tahunnya.

“Kami meyakini jegog akan selalu tumbuh subur di Jembrana, tradisi ini tidak akan punah,” tegasnya.

Dengan lancarnya festival ini, Kembang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, baik itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, tokoh seni serta pihak lainnya.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan, festival ini bisa berlangsung berkat bantuan anggaran yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“Total anggaran semua berasal dari Provinsi Bali, kita doakan agar Gubernur Bali tetap sehat sehingga tahun depan kita dibantu lagi,” harapnya.

Sementara, Gubernur bali yang diwakili oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali, I Made Budi Adiana mengungkapkan, adanya Jegog Spirit Fest 2025 ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan seni daerah.

“Khususnya kesenian jegog yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” bebernya.

Baca Juga :  Dua Gereja di Kecamatan Melaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa jegog bukan hanya sekedar seni pertunjukan, tetapi identitas, jati diri, serta kebanggaan masyarakat jembrana.

“Ini telah diwariskan secara turun temurun. Melalui pengadaan festival ini kami berharap dapat memberikan ruang ekspresi bagi para seniman jegog,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI