JEMBRANA, MediaBaliNews – Akibat dilanda hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, bangunan rumah semi permanen milik warga Banjar Kembangsari, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, ambruk pada Rabu malam (7/2).
Menurut data yang diterima, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.40 Wita. Beruntung rumah semi permanen dengan ukuran 9 x 6 m² tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak terdapat korban dalam kejadian itu.
Dengan adanya kejadian tersebut, hari ini Jumat (9/2) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan assement dan kaji cepat terhadap bangunan yang roboh milik Qirom (33) warga Desa Cupel.
Saat dikonfirmasi, Plt Kalaks BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra memperkirakan kerugian yang dialami korban ditafsir hingga Rp. 70 Juta.
“Bangunan tersebut terdiri dari satu kamar tidur dan satu ruang dapur, ” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.
Bedasarkan hasil hitungan petugas, kerusakan bangunan rumah tersebut masuk dalam kategori rusak berat. Mengingat, selain bangunan terdapat juga probotan dan alat-alat rumah tangga yang juga terdampak.
“Untuk sementara waktu, korban tinggal di rumah kerabatnya, ” jelasnya.
Dengan hasil assement dan kaji cepat, pihaknya mengaku telah menyerahkan sejumlah bantuan mendesak kepada korban rumah roboh tersebut. Di antaranya palet sembako, terpal, matras, peralatan kebersihan, serta sejumlah peralatan dapur.
Selain itu, pihaknya kembali menghimbau masyarakat agar selalu waspada di tengah cuaca ekstrem saat ini. Berbagai potensi bencana alam bisa saja terjadi.
“Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban korban, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























