Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Kepuh Raksasa Dihuni Jero Badengan

JEMBRANA, MediaBaiNews – Keberadaan pohon kepuh raksasa di Desa Yeh Kuning banyak menyimpan cerita ditengah-tengah masyarakat. Adanya dua pelingih yang dibangun dibawah pohon itu, tak terlepas dari keyakinan masyarakat bahwa pohon itu selain cikal bakal penduduk membuka desa disana juga diyakini ada penghuninya, Kamis (24/11/2022).

Lantaran diyakini pohon tersebut berpenghuni, setiap orang yang melintas wajib permisi, bila tidak ingin celaka. Menurut beberapa masyarakat sekitar, pohon tersebut dihuni oleh mahluk berperawakan tingi besar. Oleh masyarakat setempat makluk tersebut disebut sebagai Jero Badengan dengan ancangnya berupa seekor ular hitam dan macan hitam. Penduduk setempat maupun penduduk luar Desa Yehkuning, banyak yang memohon keselamatan termasuk mohon kesuksesan serta memohon kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Tidak jarang penduduk disana atau warga luar, permintanya dikabulkan dan kemudian menghaturkan sesaji dibawah pohon tersebut.

Khusus untuk yang memohon kesembuhan, terutama yang mengalami kelumpuhan, orang biasanya mengambil kulit pohon tersebut untuk dijadikan “Boreh” ramuan untuk bedak. Dari sekian banyak yang datang mencari obat untuk menyembuhkan penyakit lumpuh, mereka awalnya mendapat petunjuk dari mimpi, termasuk petunjuk orang pintar.

“Dalam mimpinya katanya jika ingin sembuh dari penyakit lumpuh, disuruh mengambil babakan”(kulit pohon-red) disini dan itu terbukti katanya, banyak yang lumpuh setelah dikasi boreh dari babakan pohon ini sembuh,” tutur I Made Sujana

Lebih lanjut I Made Sujana mengatakan, jika ada yang minta sesuatu di pohon tersebut, masyarakat wajib memohon dulu pada yang berstana disana. Teramasuk membawa sarana banten yang diperlukan. Karena pelinggih yang ada di pohon kepuh tersebut tidak ada pemangkunya, sehingga masyarakat yang datang untuk meminta kesembuhan atau minta sesuatu, biasanya melakukannya sendiri-sendiri. Dekimian pula, nelayan saat mau melakukan akstifitas melaut ataupun penduduk yang mau berangkat kerja, selalu menyempatkan waktunya untuk bersembahyang ditempat ini agar selamat.

Baca Juga :  Seluruh PAC Kompak Usung Kembang Hartawan, Tanda Soliditas PDIP Jembrana Terjaga

“Saya disini bukan pemangkunya, saya hanya membersihkan tempat ini saja. Karena sebelum saya ngayah disini saya sudah melalang buana kemana-mana namun saya sakit dan diharuskan pilang untuk ngaturang ayah bersih-bersih disini. saat saya mau melaksanakan itu, hingga saat ini saya sehat. Biasanya kalau warga masyarakat Desa Yehkuning maupun luar Desa yang pergi merantau hingga keluar negeri ataupun bekerja diluar desa biasanya seetelah datang rantauan mereka ngaturan wastra kain, pajeng agung untuk keperluan di pelingih yang berada di bawah pohon tersebut,” katanya

Penghini pohon tersebut yang bergelar Jero Badengan, sangat sering muncul untuk menampakan diri. Namun, hanya saja orang yang bisa melihat adalah orang-orang tertentu. Dari yang pernah melihat penampakan itulah informasinya terus menyebar sehingga, tempat tersebut kesannya sangat angker. Warga sekitar maupun warga luar selalu mempunyai perasaan takut jika melewati tempat ini pada malam hari, terutama pada tengah malam. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI