JEMBRANA, MediaBaliNews – Upaya menjaga keamanan di Kabupaten Jembrana dilakukan secara lintas sektor, Kantor DPRD Jembrana dijaga ketat oleh pecalang, Banser, Satpol PP, hingga aparat TNI-Polri, Senin (1/9/2025).
Penjagaan ini menjadi bentuk sinergi semua elemen menghadapi potensi imbas dari aksi demonstrasi yang marak di sejumlah daerah. Sekitar 50 pecalang yang tergabung dalam Pasikian Pecalang Bali Kabupaten Jembrana ikut dikerahkan. Kehadiran mereka bukan hanya simbol adat, melainkan bagian dari sinergi menjaga ketertiban.
Ketua Pasikian Pecalang Jembrana, I Made Pande Dwi Putra mengatakan, mulai Selasa besok 2 September 2025 pecalang akan menurunkan regu khusus dengan pembagian jaga siang dan malam di DPRD selama lima hari ke depan. Selain itu, pecalang di masing-masing desa adat juga diminta untuk memperkuat pengawasan di wilayahnya.
“Kami tidak ingin ada situasi anarkis di Jembrana. Pecalang siap bergabung dengan aparat agar kondisi tetap aman,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi menerangkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bukti kuatnya kekompakan Jembrana dalam menjaga kedamaian.
“Kami tetap yakin Jembrana kondusif, tapi antisipasi harus dilakukan. Atas koordinasi dengan Forkopimda, kami mengajak semua komponen, termasuk pecalang dan Banser, untuk bersama menjaga keamanan,” terangnya.
Sri Sutharmi menambahkan, langkah pengamanan tidak hanya difokuskan pada DPRD. Jika diperlukan, penjagaan juga bisa dilakukan di Kantor Bupati maupun fasilitas publik lainnya.
“Ini tanggung jawab bersama. Yang terpenting, masyarakat tetap bisa menyampaikan aspirasi dengan cara damai tanpa menimbulkan kericuhan,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























