JEMBRANA, MediaBaliNews – Karena depresi ditinggal sang istri, KOS (27) pria asal Banjar Pangkung Selepa, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Minggu (30/4).
Dari informasi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban KM (52) sekitar pukul 05.30 Wita, dimana dirinya yang hendak mengambil korek api untuk memasak nasi didapur. Kemudian dirinya membuka pintu kamar korban, naas ia melihat anaknya sudah tergantung dikosen jendela, melihat anaknya tergantung, dirinya sontak berteriak minta tolong.
Mendengar adanya teriakan, KP (26) sepupu korban langsung mendatangi sumber teriakan tersebut dan melihat korban sudah tergantung di kosen jendela. Kemudian dirinya membangunkan IPW (51) ayah korban yang saat itu masih tertidur dan lantas menurunkan korban bersama-sama.
Kapolsek Pekutatan Kompol I Wayan Suastika saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban diduga depresi lantaran sang istri tak kunjung pulang.
“Berdasarkan keterangan dari IPW ayah korban, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dikarenakan depresi karena permasalahan keluarga, dimana sang istri sudah empat hari pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Banjar Balersetre, Desa Medewi, ” ungkapnya.
Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan dari Tim Medis Puskesmas I Pekutatan dan Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Jembrana tidak menemukan adanya kekerasan pada tubuh korban.
“Korban menggantungkan dirinya di kosen jendela setinggi 200 Centimeter menggunakan selimut dengan panjang 150 Centimeter, tidak ditemukan tanda adanya kekerasan pada korban dan saat ini pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















