Thursday, January 15, 2026
Thursday, January 15, 2026

Nihil, Pencarian Dua WNA Terseret Arus di Diamond Beach Dihentikan

KLUNGKUNG, MediaBaliNews – Upaya pencarian dua Warga Negara Asing (WNA) korban terseret arus di pantai Diamond Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (11/1/2023) dihentikan. Pasalnya, tim SAR gabungan telah melakukan operasi SAR selama 9 hari, namun hasil masih nihil.

Hal tersebut merupakan hasil kesepakatan koordinasi dan evaluasi bersama unsur SAR yang dihadiri langsung, Kapolsek Nusa Penida, Wadanramil Nusa Penida, KBO SAR Polair Nusa Penida, DanposAL Nusa Penida, BPBD Klungkung, Potensi SAR Radio 115 dan Kepala Desa Pajukutan, Nusa Penida, dengan menyepakati untuk menghentikan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) Bali, Gede Darmada menjelaskan, pencarian dua WNA berinisial YC (36), dan MM (42), asal Jerman dan Austria yang terseret arus pada Selasa (3/1) di Diamond Beach, Nusa Penida sudah dilakukan pencarian selama 9 hari. Namun, dari operasi SAR tersebut hasilnya masih nihil.

Dari awal operasi, kata dia, Basarnas Bali selalu berkomunikasi dengan pihak kerabat korban ataupun konsulat dari masing-masing negara asal korban. “Semuanya kooperatif memahami tugas kita dan menghargai regulasi yang ada di Indonesia, bagaimana pola serta batasan upaya-upaya pencarian yang dilakukan,” jelasnya.

Untuk pencarian korban di hari ke 9 ini, lanjutnya, area pencarian dimulai dari seputaran lokasi korban terseret arus, hingga ke Manta Point, Crystal Bay sampai perbatasan Selatan Lombok. Disamping itu, ditempatkan Search and Rescue Unit (SRU) darat menyisir seputaran pantai dan pemantauan dari atas tebing.

“Tim SAR di lapangan terkadang mengalami kendala dengan kondisi cuaca dan gelombang tinggi, namun upaya-upaya pencarian tetap dilakukan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Darmada juga menambahkan, tim siaga Basarnas Bali juga sudah melakukan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintasi sekitar perairan Nusa Penida, apabila ada penemuan wajib melaporkan hal tersebut kepada Basarnas Bali.

Baca Juga :  Jembrana miliki Krematorium Bahagia di Pekutatan , Bupati Tamba : Untuk Ringankan Beban Umat

“Operasi SAR bisa kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” pungkasnya. (gzx/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI