JEMBRANA, MediaBaliNews – Penurunan angka fatalitas menjadi sorotan utama dalam evaluasi Operasi Zebra Agung 2025 yang digelar Polres Jembrana, Senin (1/12/2025).
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan mengatakan, meski jumlah kecelakaan mengalami sedikit peningkatan, efektivitas operasi berhasil menekan tingkat keparahan insiden selama dua pekan pelaksanaan, yakni sejak tanggal 17–30 November 2025.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan intensitas edukasi selama operasi berlangsung.
“Fokus utama kami adalah keselamatan pengguna jalan. Penurunan fatalitas, khususnya korban meninggal dunia, merupakan indikator keberhasilan yang sangat kami syukuri. Kami terus menghimbau masyarakat untuk mematuhi aturan demi keamanan bersama,” ungkapnya.
Data Anev Satlantas Polres Jembrana menunjukkan 18 kasus kecelakaan terjadi selama operasi, naik 5,9 persen dibanding 17 kasus pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, jumlah korban meninggal turun dari 3 menjadi 1 orang, atau menurun 66,7 persen. Korban luka berat tetap nihil, sementara luka ringan meningkat dari 18 menjadi 26 orang. Kerugian materiil juga turun signifikan dari Rp. 59,3 Juta menjadi Rp. 38,3 Juta.
Jika ditarik perbandingan dengan dua pekan sebelum operasi, tren penurunan semakin terlihat. Angka kecelakaan turun dari 24 menjadi 18 kejadian (turun 25 persen), dan korban meninggal yang sebelumnya 4 orang berkurang menjadi 1 orang selama pelaksanaan operasi.
Di sisi penindakan, Operasi Zebra Agung 2025 mencatat 757 penindakan, mengalami peningkatan tajam 123,3 persen dibanding 339 penindakan sebelum operasi. Mayoritas berupa 736 teguran, yang sengaja digencarkan sebagai pendekatan edukatif kepada pengendara.
Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya menegaskan, pentingnya disiplin pengendara untuk mempertahankan tren positif ini.
“Kami mengimbau masyarakat Jembrana agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas, menggunakan helm SNI, tidak melawan arus, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak mengendarai kendaraan dalam pengaruh alkohol. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























