DENPASAR, MediaBaliNews – Polsek Denpasar Selatan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan keji seorang penjaga villa di Jalan Gurita IV, Sesetan. Dua tersangka utama, berinisial MBW dan DAR, memerankan 24 adegan krusial. Adegan ini secara gamblang menggambarkan detail pembantaian terhadap korban Ade Adriansah. Proses rekonstruksi ini mengungkap betapa dinginnya aksi mereka.
“Rekonstruksi ini vital untuk memastikan setiap tahapan kejadian sesuai dengan bukti di lapangan dan keterangan pelaku,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Senin (7/7/2025).
Kegiatan rekonstruksi dimulai tepat pukul 10.40 WITA di lokasi kejadian, Pondok Gurita 5. Proses ini disaksikan langsung oleh perwakilan kejaksaan, tim identifikasi Polresta Denpasar, penasihat hukum para tersangka, serta penyidik Polsek Denpasar Selatan. Kehadiran berbagai pihak menjamin akurasi dan transparansi jalannya rekonstruksi.
Selama rekonstruksi, terkuak bahwa pembunuhan tragis ini terjadi pada dini hari 24 Mei 2025. Sebelumnya, kedua tersangka sudah merencanakan aksi keji ini pada malam 23 Mei 2025. Mereka menghabisi korban menggunakan berbagai benda, mulai dari cobek batu, pisau, kayu, hingga gunting. Bahkan, jasad korban sempat dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan.
“Kedua tersangka telah terbukti merencanakan dan melaksanakan pembunuhan ini secara bersama-sama,” imbuhnya.
Salah satu momen paling mengerikan adalah adegan 8 hingga 16, ketika tersangka menghantam korban dengan cobek batu, menusuknya berulang kali menggunakan pisau dan gunting. Puncaknya, adegan ke-22 menunjukkan tersangka menyiram bensin dan membakar jenazah korban di kamar mandi. Setelah melakukan perbuatan sadis ini, kedua tersangka kabur keluar kota dan berupaya keras menghilangkan barang bukti dengan membuangnya di perjalanan, seperti terlihat pada adegan ke-24.
Sukadi menegaskan pentingnya proses ini. “Setiap adegan yang diperankan pelaku akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam kelengkapan berkas perkara kami. Ini untuk memastikan kasus ini terang benderang,” jelasnya. (ang/mbn)


























