Tuesday, April 28, 2026
Tuesday, April 28, 2026

Resahkan Warga, Belasan Anak Jalanan Diamankan Pol PP Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Belasan anak jalanan atau sering disebut anak punk diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana, Rabu (30/11/2022). Pasalnya, belasan anak jalanan ini kerap meresahkan warga. Mereka berhasil diamankan saat berada di teras rumah salah satu warga di Kelurahan Pendem, Jembrana.

“Saat diamankan mereka sedang tidur di teras rumah warga tanpa izin pemilik rumah. Sedangkan tiga lainnya diamankan di lampu merah sedang mengamen,” kata Tri Karyna Ambaradadi Kabid Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat SatPol PP Jembrana.

Selain meresahkan warga, kata dia, belasan anak jalanan yang berasal dari beberapa kota di Jawa Timur ini, nekad datang ke Bali tanpa perbekalan dan kelengkapan identitas diri. Bahkan dengan berbagai cara, mereka bisa lolos dari ketatnya pemeriksaan penduduk pendatang di pelabuhan Gilimanuk.

“Jadi kami menurunkan anggota di koordinir Kasi Trantib, untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan diamankan dilapangan sekitar 11 anak punk yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan,” jelasnya.

Sebelas anak terlantar yang diamankan Satpol PP Jembrana ini rata-rata masih dibawah umur dan tidak ada tujuan jelas di Bali. Dari sebelas anak terlantar yang diamankan ini, empat orang diantaranya adalah perempuan.

“Sesuai tugas pokok kami, mereka kami amankan ke kantor. Kami sudah laporkan juga ke Dinas Sosial karena dinsos yang mempunyai kewenangan untuk tindak selanjutnya,” jelasnya.

Saiful (19) salah satu anak jalanan menuturkan, jika dirinya nekad datang ke Bali bersama teman temannya. Bahkan untuk menghindari ketatnya pemeriksaan di pelabuhan Gilimanuk mereka sengaja memanfaatkan waktu menyeberang saat dini hari. Selain itu, selama di Bali mereka mengaku menggantungkan hidup mereka dengan cara ngamen keliling.

Baca Juga :  Nekad Curi Motor Dinas, Pemuda asal Gresik Diringkus Polisi

“Jalan satu-satu gitu, turun dari kapal. Ndak diperiksa kan masuk itu sekitaran subuh itu. Rencana ke denpasar, kalau ada kerja kalau ndak ada ya ngamen” ungkapnya.

Lantaran tidak punya tujuan jelas ke bali, bahkan tidak punya biaya dan tidak membawa identitas diri, sebelas anak jalanan ini, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Jembrana untuk selanjutnya akan dipulangkan paksa ke daerah tempat tinggal mereka masing-masing. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI