Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

Rusak Parah, SD 2 Pohsanten Terapkan Proses Belajar Shift

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sekolah Dasar no 2 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, menerapkan proses belajar shift atau bergantian antar kelas. Pasalnya, kondisi beberapa ruang kelas sekolah tersebut rusak parah, bahkan kondisi tersebut sangat membahayakan para murid, karena masih banyak murid beraktivitas di sekitar ruang kelas yang rusak.

Dari pantauan MediaBaliNews di lokasi, kondisi bangunan sekolah SDN 2 yang berada di Banjar Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, mulai dari atap genteng, plafon kelas hingga kap baja bangunan gedung kelas sudah banyak yang berjatuhan, bahkan terkesan ngeri semua berantakan dan sangat miris.

“Rusaknya sudah sejak 2019 lalu. Sempat kami perbaiki sedikit-sedikit dengan bambu dan kayu untuk penahan genteng, tapi sekarang tambah parah rusaknya,” kata Kepala SDN 2 Pohsanten, Ni Luh Indawati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/2) siang.

Ia menuturkan, dari 9 ruangan yang ada, sebanyak 3 ruang kelas dan 1 ruang guru rusak parah, ditambah 6 toilet murid semua rusak. Karena jumlah ruang kelas terbatas, kata dia, proses belajar mengajar pun akhirnya bergantian atau dengan shift. Untuk kelas 1, 2 dan kelas 3 belajar mulai pukul 7.00 pagi sampai pukul 9.30 wita. Selanjutnya kelas 4, 5 dan 6 mulai pukul 9.45 sampai pukul 13.00 wita.

“Kita hanya sisa dua kelas, satu ruang guru dan ruang perpustakaan. Untuk kelas 1 dan kelas 6 satu kelas, kelas 5 dan kelas 2 satu kelas dan di perpus kelas 3 dan 4, bergantian shift pagi dan siang,” jelasnya.

Indawati mengaku khawatir juga dengan kondisi gedung sekolahnya yang sangat menakutkan. Menurutnya, tidak semua murid bisa dipantau satu persatu, meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan pengawasan ekstra bagi para muridnya sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Buka Musrenbang RKPD 2024, Bupati Tamba Sampaikan 4 Fokus Pembangunan

“Kalau saya lihat di luar ada siswa itu ngeri sekali. Takut-takut kalau gentengnya jatuh, apalagi besinya. Kami selalu mengimbau dan menasehati anak anak untuk berhati-hati jika melewati bangunan yang rusak, terutama anak kelas satu dan dua, yang masih kecil kecil,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah anak didik di SDN 2 Pohsanten sebanyak 87 murid. Ia berharap kondisi sekolah yang rusak parah ini segera mendapatkan penanganan dari pemerintah kabupaten. “Kalau saya sudah pernah satu kali kirim proposal, tapi Plt (Kepala Sekolah) sebelumnya juga sudah dua kali kirim proposal ke Pemkab,” ungkapnya.

Sementara, salah satu siswa Agung Dimas Indra Pranata, mengaku takut dan merasa tidak aman, apalagi jika bermain melewati ruangan kelas yang rusak. Ia dan teman temannya berharap bisa kembali belajar dengan normal dengan kondisi sekolah yang nyaman dan aman. “Takut, sekolahnya jebol gentengnya. Pak guru pindahkan belajarnya di perpustakaan. Harapan saya, biar cepet sekolahnya diperbaiki, biar bisa belajar seperti biasa lagi,” ucapnya. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI