Friday, December 5, 2025
Friday, December 5, 2025

Salah Satu Korban Banjir Bandang di Bilukpoh Mulai Cari Surat Penting

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sejumlah korban banjir bandang di Tukad Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana mulai mencari harta benda serta surat-surat penting di rumah mereka. Selain mencari harta benda, para korban banjir juga melakukan pembersihan sisa lumpur yang ada di rumah serta pekarangan secara manual.

Dari pantauan dilokasi, sejumlah surat penting milik warga rusak diterjang banjir, bahkan alat elektronik dan perlengkapan di dalam rumah sudah tidak dapat digunakan, terparah ada sekitar emam rumah di Lingkungan Bilukpoh Kangin hilang diterjang banjir bandang. Warga juga terlihat sudah memilah barang-barang yang dapat digunakan untuk dibersihkan.

Salah satu korban banjir bandang Tukad Bilukpoh, I Kadek Suardika,45 saat ditemui, Kamis (20/10/2022) menjelaskan, dirinya membersihkan sisa banjir hanya menggunakan alat seadanya dan berusaha mengamankan berkas penting. “Saat kejadian saya hanya mengamankan kendaraan, jadi tidak sempat mengambil barang berharga serta surat-surat penting,” ungkapnya.

Suardika juga menjelaskan, saat mencari surat-surat penting, beruntung seluruhnya masih berada di dalam rumah, namun sudah bercampur lumpur. “Untung ketemu surat-suratnya, seperti sertifikat dan berkas-berkas penting milik anak saya, namun keadaannya basah tercampur lumpur. Jadi saya jemur saja dulu, namun berkas yang tidak di laminating hancur terkena air, seperti sertifikat penghargaan anak saya,” paparnya.

Disinggung mengenai kondisi banjir dibandingkan tahun sebelumnya, Suardika menjelaskan, banjir kali ini merupakan yang paling parah, dan tinggi air melebihi banjir sebelumnya. “Ini yang paling parah dibanding tahun 2018 lalu, satu bangunan saya hanyut dibawa banjir, dan tidak menyangka sampai separah ini, karena tidak ada tanda-tanda seperti hujan lebat. Beruntung seluruh warga cepat di evakuasi saat itu,” ujarnya.

Suardika juga mengatakan, keluarga serta orang tuanya bahkan diungsikan ke kerabat yang ada di Denpasar, karena trauma melihat kondisi rumah yang kembali rusak dan dipenuhi lumpur. “Bahkan anak serta istri saya sangat trauma sekali. Ayah saya yang sudah tiga kali melihat banjir ini tidak bisa berkata apa, jadinya saya ungsikan ke kerabat di Denpasar, karena kondisi juga dalam keadaan sakit,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Jembrana Gelar Bersih-Bersih Lingkungan Peringati Bulan Bung Karno serta Hari Anti Narkotika Internasional 2024

Sementara salah satu warga yang berlindung di Posko pengungsian di Tempek 5 Mertasari, Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, I Gusti Komang Putra,47 mengatakan, sekitar enam rumah warga habis tergerus banjir bandang. “Kalau tidak salah ada enam rumah yang hanyud terseret banjir, ini terparah dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Komang Putra juga menjelaskan, kebutuhan yang mendesak di posko pengungsian diantaranya keperluan wanita, dan baju layak pakai untuk anak-anak. “Bantuan sembako sudah banyak, terimakasih sekali, namun kalau ada untuk kebutuhan baju anak, serta kebutuhan wanita seperti daleman, dan pembalut juga kami perlukan disini, terlebih dalam malam hari, nyamuk sangat banyak, dan satu lagi, kalau bisa tenaga medis agar stanbay di posko,” tandasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI