Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Tanggapi Kasus Bundir Pelajar SMP, Kepala UPTD PPA Jembrana Ingatkan Orang Tua Harus Peka Terhadap Kondisi Anak

JEMBRANA, MediaBaliNews – Menanggapi terkait adanya seorang pelajar SMP yang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Kabupaten Jembrana tekankan peranan orang tua.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi mengatakan, dalam peristiwa tersebut pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya KPY (16) seorang pelajar SMP asal Kelurahan Pendem, Jembrana.

Ia menjelaskan, pada tahun 2023 kemarin terdapat sebanyak 2 kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar di Jembrana. Karena hal itu, pihaknya berharap kasus kemarin merupakan kasus terakhir yang terjadi ditahun ini.

“Dari kasus ini yang bisa kita ambil adalah bahwa pentingnya komunikasi dan keterbukaan dengan keluarga, baik keluarga inti, keluarga terdekat maupun teman,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2024).

Selain itu, kata Sri Utami, karena diamnya anak dianggap biasa, jadi keluarga menganggap tidak ada masalah. Padahal, sebenarnya pasti ada kebiasaan anak yang beda dari sebelum-sebelumnya.

“Saya juga belum tau secara detail kondisi keluarga seperti apa. Tapi menurut saya, walaupun dia pendiam pasti punya teman dekat, buasanya anak akan lebih nyaman bercerita dengan temannya, ” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, beberapa hal bisa menjadi pemicu pemikiran seseorang untuk nekat melakukan bunuh diri. Apalagi, mengingat korban yang masih dibawah umur yang mentalnya tidak stabil.

Karena hal itu, pemicu niatan untuk melakukan bunuh diri berkemungkinan yang utama pergaulan, baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

“Dan juga dari orangtua sendiri adalah jangan pernah untuk menegur, memarahi atau membentak anak di depan orang banyak, atau di depan teman-temannya itu biasanya sangat berpengaruh, ” pungkasnya.

Baca Juga :  Naas, Seorang Pengendara Motor Asal Denpasar Tewas Usai Hantam Truk di Gilimanuk

Diberitakan sebelumnya, Naas, seorang remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jembrana nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri disebuah pohon mangga dekat rumahnya yang beralamat di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Sabtu (11/5).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Jembrana, IPDA Richard Damianus membenarkan atas adanya peristiwa tersebut. Ia menerangkan, kejadian tersebut diketahui kemarin malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 Wita korban berinisial KPY (16) ini keberadaannya tidak diketahui oleh keluarga. Sehingga, ayah korban I Komang Sukadana lantas menghubungi paman korban I Komang Wiarta untuk memberitahukan korban tidak berada dirumah.

Mendapati hal tersebut, Komang Wiarta lantas mendatangi rumah korban untuk melakukan pencarian korban bersama-sama. Sekitar pukul 20.30 pencarian pun dilakukan di sebelah utara rumah korban.

Kemudian, Komang Wiarta menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri disebuah pohon mangga dengan menggunakan tali nilon. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI