Thursday, April 23, 2026
Thursday, April 23, 2026

Pewarta Tabanan Respons Krisis Lingkungan, HUT Ke-11 Diresapi Penanaman Cempaka di Batukau

TABANAN, MediaBaliNews – Persatuwan Wartawan Tabanan (Pewarta) mengambil langkah nyata dalam merespons isu pelik lingkungan di Bali dengan menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 sebagai momentum aksi.

Organisasi profesi ini memulai rangkaian perayaan dengan menanam puluhan bibit pohon cempaka di kawasan Pura Luhur Batukau. Tindakan konkret ini mencerminkan komitmen jurnalis terhadap konsep filosofis Tri Hita Karana, terutama relasi harmonis manusia dengan alam. HUT Pewarta pada 28 Oktober mendatang menjadi penanda tanggung jawab profesi mereka terhadap kelestarian Pulau Dewata.

Kegiatan pelestarian ini digelar pada Sabtu (25/10), bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Wariga. Hari tersebut merupakan penghormatan umat Hindu kepada Dewa Sangkara, penguasa kesuburan tumbuh-tumbuhan. Anggota Pewarta dari berbagai platform media—cetak, televisi, dan online—melakukan persembahyangan bersama (ngaturang bakti) di Pura Luhur Batukau, Kecamatan Penebel.

“Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata wartawan terhadap pelestarian alam Batukau,” ujar Ketua Pewarta Tabanan, Anak Agung Gede Kayika Sasrawiguna. Ia menjelaskan bahwa Bali belakangan ini menghadapi persoalan lingkungan yang sangat pelik. Isu alih fungsi lahan serta berkurangnya vegetasi menjadi fokus utama kepedulian mereka.

Usai menjalankan ritual persembahyangan, anggota Pewarta secara simbolis menyerahkan lima puluh bibit pohon cempaka kepada pengurus Pura Luhur Batukau. Bibit pohon cempaka ini akan ditanam di kawasan hutan lindung yang berada di sekitar pura. Hutan Batukau memiliki fungsi vital sebagai wilayah resapan air sekaligus paru-paru Kabupaten Tabanan.

Pewarta secara eksplisit mengaitkan krisis lingkungan dengan persoalan sosial dan bencana alam. Beberapa waktu lalu, beberapa persoalan lingkungan itu ditengarai menjadi penyebab munculnya bencana banjir di beberapa wilayah Bali. Tindakan menanam pohon menjadi solusi mitigasi bencana berbasis alam.

Baca Juga :  Capai Target Indeks Kebahagiaan Tahun 2022, Bupati Tamba : Masyarakat Jembrana Bahagia

“Pewarta menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai sarana refleksi dan aksi nyata,” tutur Anak Agung Gede Kayika Sasrawiguna. Ia menegaskan, perayaan HUT ke-11 ini jauh melampaui seremoni belaka. Perayaan kali ini memberikan makna mendalam bagi anggota, masyarakat, dan seluruh lingkungan.

Pewarta memilih cempaka karena pohon ini memiliki nilai filosofis penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali. Bunga cempaka sering umat gunakan sebagai sarana utama dalam upacara keagamaan (yadnya). Penanaman cempaka diharapkan menjaga keberlanjutan sumber sarana upacara tersebut.

“Melalui penanaman ini, kami berharap turut menjaga kelestarian sumber sarana yadnya dan hutan Batukau,” jelas Kayika. Ia menambahkan, Pewarta berupaya memperkuat keharmonisan hubungan dengan Tuhan (Parahyangan) dan alam sekitar (Palemahan). Kesadaran lingkungan menjadi bagian integral dari etika profesi jurnalis.

Sebagai rangkaian lanjutan, Pewarta juga merencanakan sejumlah kegiatan sosial. Mereka akan mengadakan kunjungan ke panti asuhan. Organisasi ini turut menyelenggarakan refleksi profesi untuk meningkatkan etika jurnalistik di kalangan anggotanya.

“Kami ingin wartawan Tabanan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi,” imbuh Kayika. Ia berharap, anggota Pewarta tidak hanya kuat di sisi profesionalisme. Rangkaian kegiatan HUT yang digelar di lereng Gunung Batukau ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI